Singaraja (Penabali.com ) – Lahan tidur seluar 1,9 hektar di kawasan Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng/Buleleng kini akan disulap menjadi Urban Farming oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Kodim 1609/Buleleng. Saat ini Kodim 1609/Buleleng baru membuka akses jalan menuju lahan milik Pemerintah Kabupaten Buleleng itu.
Dikonfirmasi Minggu (7/1) kemarin, Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav Angga Nurdyana mengatakan lahan terisolir itu berada di seberang dari Sungai Banyumala. Pihaknya bersama jajaran telah membuka akses jalan dengan membangun jembatan seluar 29 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini rencananya sebagai akses masuk menuju Urban Farming yang akan di kembangkan.” Kami membantu merevitalisasi lahan itu untuk dijadikan lahan pertanian. Kami akan mengurug lahan itu agar bisa kita kembangkan pertanian disana,”terang Angga.
Bahkan rencananya, usai diurug lahan itu akan ditanai sejumah sayur – sayuran dan bibit cabai, mengingat cabai saat ini sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Kabupaten Buleleng. Penanaman bibit cabai kata Angga ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Januari, bekerjasama dengan kelompok tani milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Sementara hasilnya dapat diserahkan kepada Perumda Swatantra atau Perumda Pasar.”Untuk bibitnya kami akan berkoodinasi dulu dengan Dinas Pertanian, agar cabai yang ditanam jenis unggul,” terang Angga.
Selain Pertanian, Kodim 1609/Buleleng juga menggagas lahan perikanan dan peternakan, serta pembuatan pupuk organik bekerjasama dengan komunitas eco enzyme nantinya. (ika)

