Klungkung (Penabali.com) – Kegiatan MBKM Bina Desa “Pengajaran Aksara Bali, Pelatihan Nyurat Lontar, Megegitan, dan Dasar Tari Bali” yang diketuai Kadek Agus Guna Winata dan diikuti 14 rekannya lainnya, merupakan rangkaian kegiatan MBKM Bina Desa Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan dengan tema besar “Optimalisasi Pelestarian Budaya Melalui Inovasi Sanggar Budaya Desa Kusamba Kabupaten Klungkung”.
Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama bersama perangkat Desa Kusamba, sekolah dasar di Desa Kusamba, dan Sanggar Kreatifitas Anak Pantai. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan rutin mingguan berupa pengajaran aksara bali, pelatihan nyurat lontar, megegitan atau dharma gita, dan dasar tari Bali yang dilaksanakan di sekolah dasar di lingkungan Desa Kusamba dan Sanggar Kreatifitas Anak Pantai.
Acara ini dilaksanakan pada 10 Oktober 2022 s.d 13 Desember 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa sekolah dasar, dan dengan beberapa program dengan jadwal pengajaran yaitu dengan program Pengajaran Aksara Bali dan Pelatihan Nyurat Lontar. Program ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kusamba (setiap hari Sabtu), SD Negeri 2 Kusamba (setiap hari Sabtu), SD Negeri 3 Kusamba (setiap hari Sabtu), dan SD Negeri 4 Kusamba (setiap hari Senin dan Kamis) dengan total peserta 288 siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6.
“Tujuan dilaksanakannya program ini guna memperkenalkan warisan budaya Bali yaitu Aksara Bali kepada khususnya anak-anak sekolah dasar di Desa Kusamba,” jelas Kade Agus.
Selain itu ada juga program Pengajaran megegitan atau dharma gita bertempat di SD Negeri 1 Kusamba (setiap hari Senin), SD Negeri 2 Kusamba (setiap hari Kamis), SD Negeri 3 Kusamba (setiap hari Rabu), dan SD Negeri 4 Kusamba (setiap hari Senin dan Kamis). Peserta yang tergabung dalam kegiatan ini diikuti 288 siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6.
“Tujuan pelaksanaan memperkenalkan warisan budaya Bali yaitu berupa tembang atau dharma gita kepada khususnya anak-anak sekolah dasar di Desa Kusamba,” terangnya.
Program lainnya yaitu pengajaran dasar tari Bali. Program ini dilaksanakan di Sanggar KAPAN (Kreatifitas Anak Pantai) Banjar Batur, Desa Kusamba yang diikuti anak-anak Sanggar KAPAN di Desa Kusamba, dengan tujuan memperkenalkan warisan budaya Bali yaitu berupa Tari Bali kepada anak-anak. Adapun materi yang diajarkan seperti pengenalan nama tari Bali, jenis-jenis tarian Bali, fungsi tarian Bali, gerak-gerak dasar Tari Bali, pemanasan dasar tari Bali, serta praktek menari Bali untuk diajarkan kepada siswa siswi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Kusamba.
Masyarakat setempat khususnya anak-anak di Desa Kusamba sangat antusias mengikuti pelatihan yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 dari empat sekolah dasar yang terdapat di Desa Kusamba, yakni SDN 1 Kusamba, SDN 2 Kusamba, SDN 3 Kusamba, dan SDN 4 Kusamba.
“Dengan program ini kami berharap budaya Bali tidak punah, melihat perkembangan jaman saat ini yang lebih mengarah dengan modernisasi,” ucap Kadek Agus. (rls)

