Categories Bali Berita Buleleng

Marak Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan, Pemkab Buleleng Pastikan Fasilitasi Konseling

Singaraja (Penabali.com) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) membentuk inovasi Progam Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Shanti. Nantinya, masyarakat Buleleng akan difasilitasi konseling atau konsultasi terhadap permasalahan anak dan perempuan secara gratis.

Kepala dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, dikonfirmasi Rabu (12/6) mengatakan, penanganan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan memang masih menjadi prioritas Pemkab Buleleng. Dengan program ini masyarakat Buleleng akan difasilitasi konseling atau konsultasi terhadap permasalahan yang dihadapi secara gratis. Program Puspaga Shanti yang dapat dilakukan secara tatap muka langsung di kantor P2KBP3A Buleleng atau secara online.

“Jika dilihat dari segi presentase memang kecil kasusnya di Buleleng, tapi bagi kami itu sangat memperihatinkan karena berakibat pada trauma mental dan fisiknya,”terang Riang Pustaka.

Dijelaskan, dampak paling berat yang diakibatkan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung ke mental yang menyebabkan trauma berkelanjutan sedari kecil sampai dengan dewasa maupun sampai menjadi orang tua. Untuk itu, melalui program Puspaga Santi diharapkan dapat menekan kasus hingga menjadi nol.

“Anak yang menjadi korban kekerasan akan mengalami trauma terhadap mentalnya yang kemudian hari dapat menjadi faktor penyebab menjadi pelaku kekerasan kepada anak lainnya. Ini sering kita jumpai mereka ini menjadi pelaku karena trauma,” jelasnya.

Sejumlah konselor atau para ahli akan membantu sepenuhnya memberikan pemahaman atau pembelajaran berkeluarga terutama pada penguatan diri dalam upaya menghilangkan trauma. (ika)