Badung (Penabali.com) – Resor mewah di daerah Sawangan, Nusa Dua, Badung, selalu konsisten dan komitmennya untuk mengadopsi keberlanjutan ke dalam fondasi dan operasinya, yang mencakup dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola. Salah satu wujud komitmennya itu, yakni berkolaborasi dengan seniman ternama, Ari Bayuaji.
Dalam keterangan persnya di The Apurva Kempinski Bali, Sawangan, Nusa Dua, Selasa (18/7/2023), General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, menegaskan Apurva Kempinski Bali selalu berkomitmen sebuah keberlanjutan khususnya di bidang lingkungan.
Ia mengungkapkan, kolaborasi dengan Ari Bayuaji yang mengusung tema “Weaving The Ocean, Pieces of Hope”, merupakan upaya keberlanjutan lingkungan untuk membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
“Kita tahu kita hidup yang bergantung dengan alam, lingkungan, karena itu Apurva Kempinski Bali selalu tegak dalam upaya keberlanjutan itu,” kata Vincent kepada awak media.

Kolaborasi dengan Ari Bayuaji ini, tambah Vincent, diwujudkan dengan memasang instalasi koral serta sampah tali plastik yang dikumpulkan dari tepi pantai. Instalasi seni itu kemudian dipasang di salah satu restorannya. Apurva Kempinski Bali, jelas Vincent, akan selalu mendukung upaya-upaya keberlanjutan pelestarian lingkungan seperti yang dilakoni Ari Bayuaji yang memanfaatkan sampah laut yang dikumpulkannya untuk dirajut atau ditenun menjadi sebuah produk kerajinan unik dan artistik.
“Para tamu kami selama ini sangat mendukung apa yang Apurva Kempinski lakukan, kami akan terus menunjukkan kesadaran semua orang, komunitas yang lain dalam pelestarian lingkungan,” tegas Vincent.
Sementara itu, Ari Bayuaji menuturkan awal menggeluti seni yang ia sebut “menenun” lautan ini. Ketika itu pandemi Covid-19 melanda dan Bali diberlakukan lockdown. Untuk mengisi hari-harinya, Ari setiap hari menyusuri pantai-pantai di Sanur dan terbersit di pikirannya untuk memungut sampah-sampah plastik khususnya yang berasal dari fishing industry. Tak hanya di pantai, Ari juga menyasar hutan bakau untuk memungut sampah.
“Kita bersihkan, uraikan satu per satu,” kata Ari membuka keterangan persnya di The Apurva Kempinski Bali.

Ari tak sendirian. Langkah bakti lingkungannya itu juga turut didukung dan dibantu warga sekitar di Sanur. Bahkan, ada penenun yang berinisiatif mendukung upaya Ari untuk menenun sampah tali plastik yang dipungutnya menjadi karya seni yang indah.
“Saya gak begitu tahu tentang tekstil, niat saya hanya bantu orang-orang di pantai,” ujar Ari.
Sampah-sampah tali plastik ynag ia pungut kebanyakan dari kapal-kapal besar. Kualitas talinya pun mirip benang katun warna warni. Sehingga ketika tali-tali itu ditenun menciptakan karya seni yang indah.
“Saya harap upaya keberlanjutan yang ditunjukkan Apurva mampu menginspirasi semua orang, bertindak menjaga ekosistem laut karena laut adalah sumber kehidupan kita,” pungkasnya. (red)