Singaraja (penabali.com) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Made Muliawan Arya – Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) berjanji akan mewujudkan pembangunan Bandara di Bali Utara. Janji itu disampaikan Mulia – Pas di hadapan ribuan pendukung di Kecamatan Kubutambahan pada Senin (7/10).
Dihadapan ribuan pendukungnya, Paslon nomor urut 1 itu menyebut bandara Bali Utara akan dibangun, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.”Saya hadir bukan beri iming-iming, tapi ingin mewujudkan impian masyarakat dengan pembagunan Bandara Bali Utara, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng, Karangasem dan Bangli,” kata Calon Wakil Gubernur, Putu Agus Suradnyana.
Ditambahkan PAS, selama ini masih banyak masyarakat Buleleng yang hidup digaris kemiskinan. Ia pun meminta maaf, selama menjabat sebagai Bupati Buleleng dua periode ada beberapa program yang tidak dapat diselesaikan, lantaran keterbatasan keuangan daerah ditambah Pandemi Covid-19. Namun pada momentum Pilkada serentak 2024 ini, politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini berjanji akan menggunakan anggaran Provinsi hingga Pusat secara signifikan untuk pembangunan Buleleng.
“Kami ngin ada keberpihakan awal untuk Buleleng, ingin membangun daerah ini lebih cepat. Kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan dapat dijawab oleh Bandara. Mari semangat semua agar besok anak muda kita bisa kerja di rumahnya sendiri, bukan kerja ke Selatan saja,” ucapnya.
Untuk mewujudkan pembangunan di Buleleng, PAS menyebut harus ada dukungan anggaran dari pusat. Mengingat saat ini kata PAS, APBD Provinsi Bali devisit. “Untuk proyek besar, dananya cari di pusat. Dana provinsi lewat pajak wisatawan yang Rp 150 ribu per orang dapat dipakai untuk yang sifatnya internal. Itu pentingnya satu jalur,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Calon Gubernur Bali Made Muliawan Arya. Kata dia Buleleng tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pembangunan. “Tugas saya carikan uang di pusat, carikan persetujuan dari Pak Prabowo. Buleleng tidak ada uangnya. Makanya minta tolong ke Pak Probowo itu tugas saya. Kalau nyaplir nanti susah. Makanya di Bali ini harus satu jalur,” tegasnya.
Sementara Sugawa didampingi Suardana menyebut, saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali, terjadi penolakan pembangunan Bandara Bali Utara oleh salah satu pimpinan partai. Lantas disusul dengan revisi Perda RTRW yang niatnya menghapus lokasi Bandara di Bali Utara. “Namun kami partai diluar PDIP tetap memperjuangkan bandara Bali Utara tetap tercantum di Perda. Walau jumlah kami hanya 22, atas perlindungan betara betari bandara ada di bali utara akhirnya tetap ada di Perda. Dan Pak Prabowo secara tegas meminta agar bandara nanti segera rancang dan laksanakan pembangunannya,” jelasnya. (Aik)

