70 calon warga baru tingkat pertama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Pusat Madiun, mengikuti acara “Malam Tasyakuran, Pengesahan, dan Wisuda, di GOR Nusa Penida, Batununggul, Sabtu (14/9/2019). Acara yang digelar hingga Sabtu tengah malam atau Minggu dini hari itu, dihadiri langsung salah seorang pendiri PSHT yang juga Ketua PSHT Provinsi Bali, Drs. H. Djuworo, SE. Acara juga disaksikan unsur muspida dan muspika, warga PSHT seluruh Bali dan dari luar Bali, serta warga masyarakat Nusa Penida.
“Ini baru pertama kali PSHT diwisuda di Bali dan anggotanya pun cukup banyak,” kata Djuworo, disela acara.
Di Bali, PSHT berdiri tahun 1992. Dari awal didirikan, anggotanya tak lebih dari 20 orang. Namun dalam perkembangannya dan proses penggemblengan dan latihan yang konsisten dilakukan, jumlah anggota PSHT di seluruh Bali terus bertambah dan saat ini jumlahnya 1.700 orang.
“Setelah tambahan warga PSHT Ranting Nusa Penida maka jumlah anggota tentu semakin bertambah. Kita harapkan PSHT semakin mendapat tempat di hati masyarakat Bali,” ungkapnya.
PSHT merupakan perguruan pencak silat tradisional nusantara yang didirikan tahun 1922. Ada 5 leluhur pendiri PSHT Pusat yang cikal bakal lahirnya di Madiun. Ke-5 leluhur pendirinya itu yakni Ki Hajar Harjo Utomo, Ki Ageng Ngabehi Suro Diwiryo/Hyang Suro, R.M. Soetomo Mangkoedjojo, Kang Mas Badini, Krat. H. Tarmadji Boedi Harsono, dan R.M. Imam Koesoepangat. Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT dipegang oleh H. Issoebiantoro, dan Drs. R. Moerdjoko H.W. sebagai Ketua Umum Pusat PSHT.

Kendati termasuk perguruan pencak silat dan telah masuk kedalam keanggotaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), namun PSHT selalu menekankan kepada anggotanya tentang sikap mental yang berbudi luhur, menghormati dan menghargai perbedaan serta toleransi antar umat beragama. Jujur dan beriman serta selalu bertaqwa kepada Tuhan adalah didikan mental spiritual yang selalu digembleng kepada anggota PSHT. Tak mengherankan, jika penanaman sikap mental yang demikian telah mengalir dalam darah anggota PHST termasuk sikap-sikap disiplin dan hormat kepada siapapun tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan dan status sosial.
“Jadilah insan PSHT yang memberi kemanfataan kepada keluarga dan lingkungan. Jagalah persaudaraan diantara PSHT dan orang lain, mulailah membiasakan diri hidup saling asah asih asuh, saling menyayangi, menghormati dan saling bertanggungjawab dalam hidup sesuai ajaran Tri Hita Karana,” pesan Djuworo yang telah puluhan tahun menetap di Bali.
Ajaran inti PSHT adalah mendidik manusia berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, lan memayu bayuning bawana. PSHT juga punya slogan, “selama matahari masih bersinar, dan selama bumi masih dihuni manusia, maka selama itu pula Setia Hati Terate tetap jaya abadi untuk selama-lamanya”.
“Saya sangat bangga dan terharu karena warga baru PSHT banyak dari warga lokal. Semoga PSHT bisa terus berkembang dan melahirkan insan-insan manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta hidup rukun antar umat beragama,” ujar Ketua PSHT Ranting Nusa Penida Gede Mahesa Arya W.

Yang membanggakan, satu dari 70 warga baru PSHT Ranting Nusa Penida memiliki keterbatasan fisik, tidak punya tangan dan kaki, atas nama Ni Ketut Raka.
“Tentu ini jadi kebanggaan kami. Meski dalam keterbatasan fisik, beliau punya semangat tinggi menjadi warga baru PSHT. Beliau menjadi inspirasi dan penyemangat kami,” ucap Mahesa.
Persaudaraan Setia Hati Terate, merupakan perguruan pencak silat yang cukup besar di dunia. Selain telah berada di seluruh Indonesia, PSHT juga terdapat di luar negeri seperti London, Brunei, Timor Leste, dan Singapura.
Dalam waktu yang dekat, PSHT akan merayakan usianya yang ke-100. Seabad PSHT diharapkan akan menjadi perguruan pencak silat yang senantiasa menanamkan sikap dan perilaku yang berbudi luhur, menjunjung tinggi kebersamaan dalam keBhinekaan yang Tunggal Ika tanpa membedakan agama dan status sosialnya.
“Warga PSHT mencari teman, menyame braye, kami tidak mencari musuh. Walau kita bisa silat tapi warga PSHT mencari persaudaraan yang kekal abadi,” tutupnya. (red)

