Categories Denpasar Figur

Penghormatan Terakhir “Wang Jero” Untuk Raja XI Puri Pemecutan, Bekali Layon Ida Cokorda Pemecutan XI Uang 17.400

Denpasar (Penabali.com) – Pelebon Raja XI Puri Pemecutan, Ida Cokorda Pemecutan XI, telah dilaksanakan pada Jumat (21/01/2022) lalu. Keluarga besar almarhum, Puri Pemecutan, dan ribuan masyarakat mengantar jenazah Ida Cokorda Pemecutan XI ke tempat peristirahat terakhir.

Pada upacara pelebon tersebut, ada peristiwa yang menarik perhatian publik khususnya bagi pengiring jenazah Ida Cokorda Pemecutan XI saat Layon dibakar.

Sosok perempuan berparas cantik berambut panjang datang berdua ditemani seorang lelaki berpakaian adat sambil membawa tas rajutan coklat bermotif tokoh pewayangan bertuliskan Ida Cokorde Pemecutan XI.

Dengan menahan tangis, perempuan tersebut mendekati Lembu Putih di Setra Badung dimana Layon Ida Cokorda Pemecutan XI dibakar.

Sambil melemparkan berbagai benda ke dalam Layon Ida Cokorda Pemecutan XI yang tengah dibakar, perempuan berpakaian adat Bali berwarna hitam itu berteriak histeris memangil-manggil Ida Cokorda Pemecutan XI seolah sangat terpukul dengan wafatnya Raja XI Puri Pemecutan itu.

“Atu atu,” teriak perempuan itu histeris.

Saat perempuan tersebut sedikit tenang, awak media yang penasaran berusaha mendekati perempuan bermasker merah itu. Ketika ditanya identitasnya, ia hanya menjawab dengan sangat singkat.

Ni Komang Suryaningsih, S.H., (kiri). (foto: ist.)

“Tiyang adalah ‘Wang Jero’ Ida Cokorda Pemecutan XI,” jawabnya.

Setelah sekian lama dan didesak nama lengkapnya serta maksud kedatangannya ke upacara pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI, ia pun akhirnya sedikit demi sedikit membuka diri jika ia bernama Ni Komang Suryaningsih, S.H., dari Banjar Dausa, Desa Dausa, Kecamatan Kintamani, Bangli.

“Kedatangan tiyang untuk memberi penghormatan terakhir ke Ida Cokorda Pemecutan,” katanya.

Saat ditanya media benda-benda yang dilempar ke untuk dibakar bersama layon Lembu Putih, Ia pun menyebut berbagai perlengkapan pakaian Ida Cokorda berupa destar batik, topi baju kaos, sarung selendang yang semuanya nuansa merah, sandal model slop ada tali ke belakang, kaos kaki untuk tidur, serta payung berwarna merah. Selain itu juga ada sisir, semir rambut, sisir semir rambut, gunting rambut, gillette goal, cermin, sikat gigi, pasta gigi, obat kumur, sabun mandi, tonik rambut, deodorant, parfum wangi kesukaan Ida Cokorda Pemecutan, bedak dan salep obat gatel, minyak gosok, freshcare, tisu, cottonbuds, potongan kuku, notebook, pulpen.

“Tyang juga melempar ke dalam Layon yang dibakar berupa tulisan berisi doa dan bekal uang Rp.17.400,” ujarnya.

Saat ditanya media apa makna sejumlah uang tersebut, dirinya menyebut jika hal itu hanya dia dan Ida Cokorda Pemecutan yang tahu.

Sementara dari info sejumlah sumber media, sosok misterius yang mengaku Wang Jero berparas ayu itu ditengarai memiliki ‘hubungan dekat’ dengan Ida Cokorda Pemecutan XI.

“Wang Jero menurut Atu bukan panggilan untuk pembantu yang di puri saja, tetapi kalau jadi istri atau selir di puri dari kasta bawah/sudra juga disebut Wang Jero,” jelasnya. (rls)