Categories Berita Event

PLN Bali Raih Penghargaan di CID Awards 2024

Jakarta (Penabali.com) – Konsistensi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperoleh pengakuan di ajang Community Involvement and Development (CID) Awards 2024.

Ajang ini diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) dalam rangka mengidentifikasi penerapan prinsip berkelanjutan yang terbaik dalam proyek, inisiatif ataupun praktik bisnis yang mampu menghasilkan dampak positif.

Ajang CID Awards 2024 kali ini menganugerahi salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Bali yakni bantuan sarana produksi pembuatan kaki palsu karya difabel.

General Manager PLN UID Bali, I Gede Agung Sindu Putra menjelaskan program ini berfokus pada kondisi penyandang disabilitas yang mengalami amputasi akibat kecelakaan atau penyakit, yang tak hanya mengakibatkan berkurangnya fungsi tubuh tetapi berdampak pula pada aspek sosial, ekonomi dan psikologisnya.

“Program bantuan sarana produksi kaki palsu ini merupakan upaya PLN untuk mendukung terciptanya inklusivitas, inovasi dan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas sehingga ada kesempatan kepada mereka untuk ikut andil dan berkontribusi di masyarakat,” terangnya.

Sindu menambahkan bahwa kemandirian dan peningkatan rasa percaya diri dari penyandang disabilitas sangat penting agar mereka memiliki semangat juang dan dapat terus berbaur di masyarakat serta mampu memberikan penghidupan untuk kebutuhan sehari – hari.

Dirinya juga menyampaikan pembuatan kaki palsu yang dilakukan langsung oleh penyandang disabilitas ini terbilang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dibandingkan dengan kaki palsu yang diproduksi oleh perusahaan besar. Apalagi bahan baku yang digunakan juga memanfaatkan sampah plastik.

“Keunggulan kaki palsu yang diproduksi oleh rekan – rekan ini dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat yang secara ekonomi berasal dari keluarga kurang mampu, serta dari daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, mereka juga memproduksi kaki palsu yang secara desain lebih inovatif dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sesama difabel,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKKS), I Made Aditiasthana mengatakan sejak adanya bantuan ini, kapasitas produksi meningkat serta jumlah tenaga kerja yang juga merupakan penyandang disabilitas ikut bertambah.

“Mereka memperoleh penghasilan dengan cara bagi hasil dari aktivitas pengolahan sampah plastik menjadi kaki palsu dan produk olahan lainnya,” jelasnya.

Ini, menurutnya, merupakan model program pemberdayaan yang efektif tak hanya memberikan akses untuk memperoleh kaki palsu yang dibutuhkan, tetapi sekaligus juga memberikan ruang berkarya serta mendorong kemandirian secara ekonomi.

“Bantuan dari PLN memainkan peranan yang besar dalam model pemberdayaan ini yakni dengan memperbesar kapasitas usaha serta meningkatkan efisiensi produksi,” pungkasnya. (rls)