Categories Bali Berita Buleleng

Pokja Penalaran FMIPA Undiksha Luncurkan Program Pengembangan Desa Wisata Munduk Berbasis GeoAgro-Edu Tourism

Singaraja ( Penabali.com) – Pokja Penalaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Undiksha resmi melaksanakan kegiatan Pengembangan Desa Wisata Berbasis GeoAgro-Edu Tourism untuk Memperkuat Identitas Lokal dan Daya Saing Desa Wisata Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Kegiatan yang berlangsung selama 5 bulan untuk memperkuat daya tarik wisata dan potensi pengembangan pertanian di wilayah itu.

Ketua Tim PPK Ormawa Pokja Penalaran FMIPA Undiksha, Ni Luh Putu Sri Puja Astuti dikonfirmasi Rabu (25/9) menjelaskan bahwa program yang diusung bukan hanya sebatas penguatan keterampilan masyarakat. Ada pula sejumlah program riil yang langsung menyentuh kebutuhan wisata desa, seperti pemasangan alat penunjuk arah trekking, revitalisasi fasilitas kayaking, pemasangan peta trekking, hingga pembuatan ikon baru Munduk Bloom Scape.

“Program ini mulai dari Juli hingga November 2025, dilaksanakan secara bertahap—mulai dari persiapan, implementasi lapangan, hingga evaluasi,”jelasnya.

Desa Munduk dipilih karena memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, mulai dari perkebunan, air terjun, panorama Gunung Lesung, hingga Danau Tamblingan. Selain itu, keunikan budaya lokal masih terjaga dengan baik, meski tantangan dalam hal promosi, fasilitas, dan inovasi destinasi masih menjadi pekerjaan rumah.

“Sasaran utama program ini adalah kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemuda desa, dan pelaku UMKM. “Target jangka panjang kami adalah menjadikan Munduk sebagai desa wisata mandiri dengan konsep edukasi berbasis alam dan budaya lokal. Kami ingin program ini memberikan dampak nyata, baik pada kesejahteraan masyarakat maupun pada kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Selain peluncuran program, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diklat agrowisata dan diversifikasi produk. Masyarakat diberi pelatihan tentang cara mengembangkan konsep wisata edukatif berbasis pertanian, sekaligus mendorong kreativitas dalam mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai tambah. Harapannya, lahir produk unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Konsep GeoAgro-Edu Tourism sendiri menawarkan pendekatan holistik dengan memadukan potensi geografi, pertanian, pendidikan, dan pariwisata. Dengan kolaborasi erat antar pihak, Desa Munduk diharapkan tumbuh menjadi destinasi wisata yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan,”tutupnya. (ika)