Rai Wirajaya: Perhatikan Lingkungan Sekitar Sebelum Bertransaksi di ATM

“Legislator ARW Beri Tips Bertransaksi Aman di ATM”

Kasus pencurian data nasabah (skimming) kembali diungkap kepolisian di Bali. Setelah beberapa waktu lalu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali mengungkap kasus cyber crime berupa kejahatan pencurian data nasabah bank melalui mesin ATM yang terjadi di wilayah Denpasar. Empat orang pelaku warga negara asing berhasil diamankan.

Pencurian data nasabah atau skimming merupakan kejahatan yang menggandakan informasi dalam pita magnetik yang terdapat pada kartu atau debit maupun Automated Teller Machine (ATM) secara ilegal. Biasanya pelaku kejahatan model ini mencuri informasi seperti nomor PIN (Personal Identification Number) milik nasabah ataupun akun nasabah lewat mesin ATM.

Mencuatnya kembali kasus seperti ini, mengundang keprihatinan anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan, I Gusti Agung Rai Wirajaya. Legislator PDI Perjuangan dapil Bali ini menaruh perhatian serius terhadap model kejahatan seperti ini karena selain sangat merugikan nasabah, juga dikhawatirkan bisa mencoreng citra pariwisata Bali. Menurut Rai Wirajaya, teknologi yang terus bergerak cepat justru dimanfaatkan negatif oleh sebagian oknum untuk mengeruk keuntungan. Karena itu, Rai Wirajaya menghimbau agar konsumen atau nasabah untuk selalu waspada dan berhati-hati.

“Kejahatan skimming tentunya membuat cemas banyak orang. Musababnya, duit yang tersimpan di rekening tiba-tiba raib tanpa diketahui siapa yang mengambil,” ujar Rai Wirajaya saat dihubungi di Denpasar, Sabtu (5/1/2018).

Rai Wirajaya menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku biasanya menaruh sebuah alat yang dinamakan skimmer pada tempat memasukkan kartu ATM. Setelah menaruh skimmer, pelaku kemudian menunggu nasabah yang bertransaksi di ATM tersebut. Begitu nasabah meninggalkan ATM, pelaku akan segera mengambil data termasuk PIN nasabah lewat skimmer yang telah dipasang sebelumnya oleh pelaku. Cerita selanjutnya bisa ditebak, semua data nasabah akan berpindah dan uang dalam ATM terkuras.

Agar terhindar dari kejahatan skimminh ini, legislator yang dikenal merakyat ini memberi beberapa kiatnya. Dijelaskan, pertama, nasabah hendaknya memperhatikan lebih awal lokasi ATM. “Carilah yang ramai, mudah dipantau dan jangan gunakan ATM yang lokasinya sepi”, jelasnya.

Setelah memperhatikan lokasi ATM, lanjut Rai Wirajaya, kemudian yang wajib diperhatikan nasabah adalah hati-hati saat menekan PIN. Meski tak orang lain saat berada di ATM, nasabah tetap harus waspasda. Nasabah juga harus menutup dengan tangan saat menekan PIN. Ketiga, Rai Wirajaya meminta nasabah memeriksa saldo secara teratur dan sekaligus mengganti PIN secara berkala.

“Untuk itulah setiap habis melakukan transaksi cek kembali saldo, jangan terburu buru, periksa kondisi ATM, secara berkala mengganti PIN ATM, jangan sering-sering ke ATM kalau tidak perlu dan yang lebih penting lagi tingkatkan kewaspadaan,” pesan Rai Wirajaya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *