Simpan Dokumen Kependudukan Secara Digital, Belasan Ribu Warga Buleleng Regristrasi IKD

Buleleng38 Views

Buleleng (Penabali.com) – Registrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Hingga 21 Februari 2023, sebanyak 14.800 penduduk Buleleng sudah melakukan registrasi IKD.

Kepala Disdukcapil Buleleng, Made Juartawan, menjelaskan sampai 21 Februari 2023, registrasi IKD telah dilakukan oleh 14.800 penduduk Buleleng. Jumlah yang sudah registrasi tersebut baru sembilan persen dari target di tahun 2023 sebesar 150 ribu orang. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk jemput bola ataupun menggalakkan registrasi IKD terus dilakukan.

“Kami sudah terus berupaya lewat media, lewat teman-teman perbekel lurah juga agar lebih masif lagi mengajak masyarakatnya untuk registrasi IKD,” jelas Juartawan saat ditemui usai menerima kunjungan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa di Kantor Disdukcapil Buleleng, Rabu (22/2/2023).

IKD ini akan memudahkan masyarakat terutama dalam pembaruan dokumen kependudukan. Untuk saat ini, IKD memang belum digunakan dalam pelayanan publik. Namun, masyarakat bisa menyimpan dokumen kependudukan secara digital. Selain KTP dan KK, dalam IKD juga terdapat KIA. Ada pula dokumen lain seperti kartu vaksin, BPJS, kartu pemilih dan juga NPWP.

“Masyarakat sangat dimudahkan dengan satu genggaman. Dokumen dan kartu lainnya terdapat dalam satu aplikasi. Ini yang membuat mudah,” ucap Juartawan.

Lebih lanjut Juartawan mengatakan masyarakat yang sudah memiliki IKD atau KTP digital, tidak lagi harus cetak ketika KTP-nya rusak atau hilang. Kemudahan tersebut perlu disampaikan mengingat masyarakat banyak belum paham. Walaupun sudah mempunyai IKD tapi tetap memohon pencetakan KTP.

“Tapi kami tetap melayani karena itu permintaan atau permohonan masyarakat,” kata Juartawan.

Hingga saat ini, IKD tidak mempengaruhi ketersediaan blanko KTP. Pada tahun ini pula, Disdukcapil Buleleng sedang mengejar masyarakat yang akan berumur 17 tahun atau masyarakat yang wajib KTP. Umur 16 tahun ke atas diupayakan untuk direkam datanya. Kemudian, diterbitkan KTP-nya termasuk dengan registrasi IKD.

“Karena tahun 2024 ada pemilu. Sehingga mereka terdaftar di DPT sebagai pemilih nantinya jika sudah mempunyai KTP,” tutup Juartawan. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *