Categories Bali Buleleng Inovasi

Sinergitas Pemkab Buleleng dan Kodam IX Udayana, Garap Sebanyak 283 Rumah Tidak Layak Huni

Singaraja ( Penabali.com ) – Sinergi Kodam IX Udayana melalui Kodim 1609/Buleleng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam membantu percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah pedesaan, melalui rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) demi mengentaskan masyarakat miskin ekstrim di Buleleng.  Pengerjaan Rumah Tak Layak Huni ini dilakukan mulai Selasa (19/9) dan ditargetkan tuntas hingga 18 Desember mendatang.

Dalam sambutannya Panglima Kodam (Pangdam) IX Udayana Mayjen TNI Harfendi mengatakan TNI sebagai salah satu komponen bangsa turut berperan serta melaksanakan berbagai upaya melalui pembinaan teritorial sesuai amanat Undang-undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI untuk memberdayakan wilayah pertahanan di darat.

“Karya bhakti merupakan salah satu metode pembinaan teritorial TNI dalam rangka membangun solidaritas yang kuat antara prajurit TNI bersama Pemerintah dan komponen masyarakat guna menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat,”ucapnya.

Didampingi Pj. Bupati, Pandam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Harfendi menyempatkan berfoto bersama dengan Pejabat Terkait serta Masyarakat.

 

Untuk tahun ini, rehab Rehab Rumah digarap sebanyak 283 unit. Selain itu, pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan pembagian sembako, pemeriksaan mata, operasi katarak, pengobatan gratis, pemeriksaan KB, pembagian PKH dan pelayanan SIM.

“Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan bersama dapat mewujudkan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya memiliki rumah yang layak dan nyaman,” harapnya.

Disisi lain, PJ. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyampaikan sesuai arahan dari Presiden dan Menteri Dalam Negeri diharapkan pemerintah daerah dapat menuntaskan kemiskinan ekstrim di tahun ini. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh jajarannya harus bisa menghapus dan memerangi kemiskinan ekstrim tersebut. “Paling lambat di awal Tahun 2024 harus nol persen,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwasannya di Kabupaten Buleleng yang masuk katagori kemiskinan ekstrim menyentuh angka 349 KK, yang artinya memiliki penghasilan di bawah 365 ribu rupiah per bulannya. Untuk itu pemerintah daerah sudah menyalurkan bantuan BSU kepada masyarakat miskin.

Dalam memerangi kemiskinan ekstrim tidak bisa dengan cara biasa, harus dilakukan dengan cara yang luar biasa dalam bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan dunia usaha agar penghapusan kemiskinan ektrim bisa dilakukan dengan cepat. “Dengan melibatkan seluruh komponen yang ada diharapkan tahun ini kemiskinan ekstrim di Buleleng bisa kita dituntaskan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemberian bantuan secara simbolis terhadap penerima bantuan BSU kepada 244 orang penyandang disabilitas, BSU kemiskinan ekstrim sebanyak 73 orang, motor roda tiga kepada 1 orang disabilitas, kursi roda sebanyak 1 buah dan sembako sebanyak 740 paket.

Acara ini dilanjutkan dengan peletakan batu pertama terhadap penerima bantuan rehab RTLH di Desa Joanyar Kecamatan Seririt. Untuk diketahui jumlah penerima bantuan RTLH di tahun 2023 sebanyak 283 unit dengan mengerahkan 45 personil TNI dan 200 orang dari unsur Polri dan elemen masyarakat. ( ika )