Gubernur Bali Wayan Koster dan KPU menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (1/8) lalu.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Gubernur Koster merancang pemberian reward berupa program kepada desa yang tingkat partisipasi pemilihnya tinggi. Dengan begitu Ia berharap, tingkat partisipasi pemilih akan mampu mencapai angka 85 persen, sehingga kualitas pemilu juga ikut membaik.
“Nanti semua target KPU kabupaten/kota minimum 85 (persen),” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Kendatj indeks demokrasi Bali terbaik kedua di Indonesia, Gubernur Wayan Koster meminta KPU agar pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 kualitasnya terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas demokrasi yang gilirannya ikut memajukan mutu pembangunan sebetulnya dapat dilakukan melalui sinergisitas dengan desa adat sebagai bagian unsur kearifan lokal Bali.
Gubernur Koster mengatakan, secara substansi ada unsur-unsur yang perlu dibenahi agar makin berkualitas. Disamping pula terus mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat.
“Tentu saja kepentingan kita adalah tidak saja angka partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya tinggi. Yang berikutnya kita bangun adalah penyelenggaraannya yang lebih bagus secara keseluruhan,” ujar Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng.
Gubernur Koster juga mengajak penyelenggara pemilu agar memanfaatkan kearifan lokal yang bertujuan guna meningkatkan kualitas demokrasi di Bali. Misalnya dalam tata laksana di lapangan menyangkut pemasangan baliho, sosialisasi dan sebagainya dengan menggandeng desa adat untuk menciptakan pilkada yang tertib.
“Gunakan kearifan lokal kita di Bali untuk menyatukan, untuk menumbuhkan semangat berdemokrasi,” tegasnya.
Penggunaan anggaran yang rasional, efektif dan efisien sekaligus menjadi pesan Gubernur Koster kepada penyelenggara pemilu, untuk menghasilkan pemimpin yang baik. (red)

