Bertepatan dengan Hari Raya Saraswati Sabtu (11/5), Yayasan Dwijendra melaksanakan upacara Mejaya-jaya yang diikuti rektor dan pejabat struktural yang baru dilantik di lingkungan Yayasan dan Universitas Dwijendra. Upacara Mejaya-jaya bertujuan untuk membersihkan, mensucikan kembali atma dan raga sarira dari pejabat yang baru. Usai mejaya-jaya, kemudian dilanjutkan persembahyangan bersama yang diikuti juga oleh seluruh sivitas akademika di lingkup Dwijendra.
“Kita berharap di Hari Raya Saraswati para pejabat yang baru akan memperoleh keteguhan hati dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan semangat dan tenaga baru untuk melahirkan energi baru menuju kemajuan Dwijendra,” ujar Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., usai acara.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Bali yang berdiri tahun 1953, Dwijendra terus melakukan pembenahan infrastrukturnya baik sarana dan prasarana pembejalarannya maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia baik para dosen dan pegawainya. Dikatakan, dengan momen perayaan hari turunnya ilmu pengetahuan ini setiap insan manusia khususnya keluarga besar Dwijendra akan diberkahi ilmu pengetahuan dan teknologi agar dijauhi dari kebodohan dan kemiskinan.
“Mulai sekarang kita bangkitkan insan-insan Dwijendra yang tak hanya cerdas akademik namun juga yang berkarakter dan beretika,” jelas pejabat dari Buleleng ini.
Untuk bisa menjadi insan yang cerdas, berkarakter dan beretika, Ketut Wirawan menekankan tiga hal untuk dihindari yaitu jangan malas, jangan minder dan jangan sombong.
“Kami sering tekankan kepada anak didik di Dwijendra agar menjadi insan yang bersahaja dan momen Hari Raya Saraswati dapat menjadi tonggak untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan,” harapnya.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. I Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., menyatakan upacara mejaya-jaya yang dilakukan pada Hari Raya Saraswati diharapkan akan mendapat berkah ilmu pengetahuan yang berbudi dan beretika khususnya kepada rektor dan pejabat struktural yang baru di lingkup Universitas Dwijendra, dan umumnya kepada masyarakat.
“Sivitas akademika selalu berharap Dwijendra akan selalu melahirkan para sarjana yang punya ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai visi misi Yayasan dan Universitas Dwijendra yang menekankan pada nilai-nilai budaya dan agama Hindu,” ujarnya.

“Dengan momen Saraswati kami ingin berbenah di intern untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di masing-masing program studi sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi output dari proses pembelajaran Dwijendra akan sesuai standar Kemenristek Dikti,” imbuhnya.
Sedana mengatakan, usai upacara mejaya-jaya ini, seluruh sivitas akademika akan kembali kepada proses belajar dan mengajar di masing-masing program studi di lima fakultas di Universitas Dwijendra.
Ditanya tentang penerimaan mahasiswa baru, Sedana menyatakan akan menerima jumlah mahasiswa baru yang disesuaikan dengan rasio dosen yang dimiliki Universitas Dwijendra.
“Kami menargetkan jumlah mahasiswa baru 700 orang untuk lima fakultas karena itu sesuai rasio dosennya. Kalaupun bertambah tentu akan kami tingkatkan kuantitas dosennya sejalan dengan kualitasnya juga,” pungkasnya. (red)

