Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Nataru, RSUD Buleleng Matangkan Kesiapan Infrastruktur Pelayanan

Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Nataru, RSUD Buleleng Matangkan Kesiapan Infrastruktur Pelayanan

RSUD Buleleng tingkatkan kesiapsiagaan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Nataru 2021-2022. (foto: ist.)

Buleleng (Penabali.com) – Menjelang libur tahun baru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng meningkatkan kesiapannya mengantisipasi potensi lonjakan angka konfirmasi Covid-19.

Hal itu juga sejalan dengan kewaspadaan terhadap Covid-19 varian baru, Omicron, yang dilaporkan sudah masuk ke Indonesia.

“Kita harus antisipasi sebaik mungkin, walaupun kita syukur ke Indonesia jumlahnya kecil yang masuk dibanding Eropa dan Afrika, tetapi kita harus selalu siap siaga,” kata Direktur Utama RSUD Kab. Buleleng, Putu Arya Nugraha, Senin (27/12/2021).

Arya melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan terjadinya klaster baru pada puncak tahun baru mendatang. Jajarannya akan menggunakan pengalaman yang telah didapat selama menangani varian Delta sebelumnya.

“SDM yang sama juga berhasil menghadapi Delta, obat-obatan pun demikian, kemudian alur sudah kita buatkan sedemikian rupa,” jelas Arya.

Sama seperti dalam menghadapi gelombang Delta yang lalu, pihaknya juga memperhatikan dari segi kapasitas penanganan yang dapat diberikan kepada pasien terkonfirmasi. Hal itu disiapkan dengan penyediaan 120 bed untuk penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Ketersediaan oksigen bagi pasien juga tidak dilupakan. Untuk itu, RSUD Buleleng akan memanfaatkan generator oksigen yang telah dihibahkan kepada RSUD Buleleng beberapa waktu lalu. Langkah tersebut menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Dengan ini kebutuhan oksigen kita bisa handle sendiri, perhitungannya dia mampu menghasilkan 60 tabung oksigen per hari,” imbuhnya.

Sementara terkait langkah pendeteksiannya, pihaknya akan mendeteksi melalui tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai Covid-19 biasa. Jika saat proses tracing, pasien terkonfirmasi tersebut dicurigai membawa varian Omicron, maka sampel akan dikirimkan ke Balitbangkes Provinsi Bali untuk diperiksa lebih lanjut.

“Nah kalau itu positif Omicron, baru kita mengatakan bahwa Omicron sudah masuk ke wilayah kita,” tutupnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.