Categories Badung Pendidikan

YNR “Reborn” Hadir Untuk Kualitas, Buka Pendaftaran Siswa Baru, Sekolah Tampil dengan “Wajah” Anyar

Penabali.com – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra), mengingatkan bahwa pencapaian tujuan nasional sebagaimana amanah konstitusi alinea terakhir pembukaan UUD 1945 masih jauh panggang dari api.

Anggota Fraksi Partai Golkar asal Kerobokan yang biasa disapa Gus Adhi “Amatra” ini meminta pemerintah mewaspadai data OECD dalam kurun waktu terakhir yang menunjukkan trend penurunan kualitas pendidikan di Indonesia, yang semula berada di urutan 10 terbawah dari 74 negara yang disurvey melorot tajam menjadi peringkat ke-6 terbawah.

Gus Adhi melalui Yayasan Ngurah Rai (YNR) yang bergerak di bidang pendidikan dalam jumpa persnya, Senin (17/5/21), usai rapat bersama bersama Dewan Guru SMP/SMA/SMK Ngurah Rai Kerobokan, Kuta Utara, Badung, mengatakan tanggung jawab moral semua pihak untuk mengakselerasi pencapaian tujuan nasional, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa karena ilmu pengetahuan merupakan jalan peradaban yang disebut sebagai senjata ampuh menuju perubahan dunia.

Lebih lanjut diuraikan, bahwa tidak ada satupun negara maju yang mengabaikan sektor pendidikan, sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Kecerdasan anak bangsa bukan sekedar hak setiap warga negara, namun sebagai pintu gerbang kemajuan bangsa Indonesia yang berbudaya dan berkarakter Pancasila.

“Penguatan sekolah-sekolah vokasi (kejuruan) dan swasta lokal merupakan wujud komitmen Pemerintahan Jokowi untuk mendorong pendidikan yang tepat guna, berbasis kearifan lokal serta memenuhi kebutuhan SDM saat ini dan masa depan,” ujar Ketua Hubwil VI Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Yayasan Ngurah Rai kata Gus Adhi, yang telah memiliki izin operasional sejak 1979 memulai kiprahnya dalam dunia pendidikan melalui penguatan siswa SMP dan SMA. Sejak tahun 2021 ini, ikut mendukung pemerintah dalam mempersiapkan tenaga terampil siap pakai dengan membuka pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menyesuaikan kebutuhan dalam menumbuhkembangkan pariwisata lokal, SMK Ngurah Rai Kerobokan dibuka tahun ini dengan jurusan Tata Boga dan Perhotelan. Bekerjasama dengan beberapa hotel setempat, diantaranya Aston Kuta dan D’Jabu Seminyak, Gus Adhi yang diamanahkan sebagai Ketua Yayasan Ngurah Rai berharap sinergi dengan mitra dan para pihak terkait dapat mempercepat optimalisasi peran sekolah dalam menciptakan generasi unggul yang terdidik dengan tetap mengedepankan nasionalisme berkarakter Pancasila.

Lebih lanjut Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI ini menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan YNR akan membuka SMK Pertanian di waktu yang akan datang, sebagai upaya bersama menjaga warisan sejarah kebesaran negara agraris, dimana Bali memiliki potensi yang dapat diandalkan sebagai salah satu lumbung pangan strategis.

Gus Adhi saat rapat koordinasi bersama Yayasan Ngurah Rai. (Foto: ist.)

Pada Hari Pendidikan 2 Mei yang lalu, Gus Adhi bersama Dewan Guru SMP/SMA/SMK Kerobokan dalam rapat di aula yang baru saja dibangun bersamaan peresmian renovasi total seluruh bangunan gedung sekolah sebagai aksi kongkrit YNR “Reborn”, memastikan transformasi pendidikan perlu dilakukan segera.

“Gedung baru dengan lingkungan yang kondusif dan suasana belajar yang nyaman ditambah dengan guru-guru berkualitas diyakini akan menambah minat siswa mengenyam pendidikan secara riang gembira,” ucapnya.

Dengan jargon anyar yakni “Reborn”, yayasan yang menaungi tiga lembaga pendidikan ini pun kini dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar mengedepankan teknologi modern.

“Absen siswa berbasis sidik jari dan absen itu terkoneksi dengan Hp para orang tua siswa sehingga mereka dapat memantau langsung putra putrinya. Selain itu pembayaran SPP maupun lainnya bekerjasama dengan bank pemerintah untuk meminimalkan pembayaran cash, jadi semua digital, online,” ulas Gus Adhi.

Ia menjelaskan, kehadiran SMK Tata Boga dan Perhotelan bukan sekedar mendidik tenaga terampil dengan penambahan keterampilan kemampuan bahasa, sekaligus upaya bersama melindungi segenap anak bangsa dalam meminimalisir derasnya serbuan tenaga asing yang dimungkinkan dengan adanya mekanisme free trade atau oerdagangan bebas dengan bebasnya transaksi ekonomi, keluar masuk barang dan tenaga kerja terampil sebagai konsekuensi penandatangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang disepakati pada pertemuan puncak pemimpin ASEAN ke-9 di Bali tahun 2003.

Karena itu, dibangunnya sekolah kejuruan di lingkungan YNR, Gus Adhi ingin ada kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat berjalan baik dan optimal dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja terampil.

“Indonesia harus segera menyusul ketertinggalan di sektor pendidikan agar di tahun emas 2045 Indonesia benar-benar beranjak menjadi negara maju dengan melimpahnya resources SDM berkualitas, selain sumber daya alam kita yang masih selalu memiliki daya pikat untuk bangsa atau negara lain,” harapnya.

Hadir dalam pertemuan bertajuk SMP/SMA/SMK Ngurah Rai Kerobokan “Reborn” ini para penasehat, kepala sekolah, dewan guru serta jajaran civitas akademika lainnya untuk sekaligus menetapkan visi misi bersama dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. (red)