Dari 260 orang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali, tercatat 72 orang diantaranya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan berhak menggunakan hak pilihnya. Guna mematangkan kesiapan pemilih yang merupakan pengidap disabilitas mental, RSJ di Kabupaten Bangli bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli, mengadakan sosialisasi yang dilaksanakan di Wantilan RSJ Provinsi Bali, Bangli, Senin (8/4).
“Mereka ini punya hak yang sama untuk memilih pemimpinnya, jadi kita fasilitasi melalui KPUD Bangli untuk melakukan sosialisasi terkait pemilu serentak, dalam hal ini pemilihan presiden serta pemilihan calon legislatif,” tukas Direktur RSJ Provinsi Bali dr. Dewa Gede Basudewa disela acara yang bertajuk ‘Sosialisasi Pendidikan Pemilih Relawan Demokrasi Basis Berkebutuhan Khusus Pemilu 2019’.
Basudewa melanjutkan, para penyandang disabilitas mental tersebut punya hak yang sama dalam pemilihan umum selain tentu dilihat pula kondisi yang bersangkutan. “Seperti yang dilihat dalam proses sosialisasi, mereka bisa menangkap dengan baik dan bahkan mengerti dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Jadi saya kira tidak ada hambatan terutama dalam hal mental, untuk proses pencoblosan nanti,” tuturnya.
Dirinya juga meyakinkan para pasien yang turut memilih akan mampu melaksanakan proses pencoblosan dengan baik. “Ditambah lagi kita akan tetap pantau kondisi kesehatannya serta dilakukan pula pendampingan dari dokter dan perawat kita sebelum hari H,” tambahnya.
Sementara itu Ketua KPU Bangli, I Putu Pertama Pujawan yang dalam kesempatan tersebut langsung melakukan sosialisasi, mengatakan proses ini merupakan program yang memang diamanatkan peraturan perundangan Pemilu.
“Kita harus menjamin hak-hak para pengidap disabilitas tetap diberikan, agar mereka bisa dengan baik menggunakan hak pilihnya. Terutama yang terpenting adalah mereka bisa mengenal surat suara yang digunakan, karena kali ini kita menggunakan 5 jenis surat suara,” ujarnya.
Tempat pemungutan Suara (TPS) untuk para pengidap disabilitas mental akan dibangun di dalam areal RSJ Bangli dimana para staf akan bertindak selaku petugas KPPS yang sekaligus memberikan tuntunan kepada para pemilih. (red)

