Categories Bali Berita Buleleng

Ketut Janayasa Serap Keluhan Warga, Jalan Rusak dan Bantuan Sosial Jadi Prioritas

Singaraja ( Penabali.com) –  Anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Partai Demokrat, Ketut Janayasa, memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Buleleng. Dari berbagai usulan yang disampaikan warga, persoalan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, hingga bantuan sosial bagi kelompok masyarakat menjadi kebutuhan yang paling banyak disampaikan.

Janayasa yang dikonfirmasi Jumat (17/7) mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses akan diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng agar dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.

Reses yang digelar pada 13 Juli 2026 diawali di Kelurahan Banyuning, tepatnya di Banjar Tegal. Warga mengusulkan bantuan ternak berupa babi dan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan bantuan perlengkapan untuk menunjang kegiatan kelompok suka duka.

Pada hari yang sama, Janayasa melanjutkan reses di Desa Tukadmungga. Selain permohonan bantuan perlengkapan kelompok suka duka, warga juga menyampaikan keluhan terkait kebisingan yang diduga berasal dari operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Keluhan tersebut diharapkan mendapat perhatian pemerintah agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Memasuki 14 Juli 2026, reses dilaksanakan di Desa Alasangker. Sejumlah usulan kembali mengemuka, mulai dari bantuan perbaikan sanggah jajaran, bantuan ternak babi, hingga bantuan perangkat gamelan baleganjur. Tak hanya itu, warga juga meminta pemerintah segera melakukan pengaspalan jalan yang menghubungkan Dusun Tenaon, Desa Alasangker menuju Desa Silangjana.

Menurut warga, kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang sehingga membahayakan pengguna jalan. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami patah tulang.

Selanjutnya di Desa Poh Bergong, masyarakat mengusulkan bantuan perlengkapan kelompok suka duka serta seragam bagi anggotanya agar dapat menunjang aktivitas sosial di desa.

Reses kemudian berlanjut pada 15 Juli 2026 di Desa Nagasepaha. Warga mengusulkan rehabilitasi bangku Sekolah Dasar Negeri di desa setempat serta perbaikan jembatan yang dinilai sudah memerlukan penanganan demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Sementara itu, di Desa Sari Mekar, masyarakat berharap adanya bantuan pembangunan gedung simpan, bantuan seragam untuk kelompok muda-mudi, serta pemasangan lampu penerangan jalan guna meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari.

Janayasa menegaskan, seluruh aspirasi tersebut akan dikawal agar dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan daerah. Menurutnya, tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan pada tahun anggaran berjalan karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi anggaran.

“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami bawa melalui mekanisme pokok pikiran DPRD dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Apabila belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan karena keterbatasan anggaran maupun kebijakan efisiensi, usulan tersebut akan kembali kami perjuangkan pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat hingga memperoleh perhatian pemerintah daerah. “Kalau tahun ini belum bisa diakomodasi, tentu akan kami usulkan kembali. Yang penting aspirasi masyarakat tetap kami kawal agar dapat direalisasikan melalui pemerintah daerah,” tegas Janayasa. (ika)