Kader Partai Golkar I Wayan Muntra mengaku senang namanya masuk dalam jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025. Dibawah kepemimpinan Nyoman Sugawa Korry sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Muntra dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham.
Selain Muntra, ada satu nama lagi yakni Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati yang juga “ditarik” lagi ke Partai Golkar dan diberi kepercayaan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Hubungan Lembaga Politik.
Nama Muntra dan Sri Wigunawati masuk di Susunan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, cukup mengejutkan. Mengingat keduanya pernah “bersebrangan” dengan Partai Golkar. I Wayan Muntra, dicopot dari posisi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung. Sementara Sri Wigunawati, memilih “pindah rumah” ke partai lain.
Namun kini keduanya sudah bergabung kembali. Kepada awak media, Senin (09/03/2020), di Kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Muntra mengatakan bahwa dirinya masih sebagai kader Golkar. Kendati sebelumnya, antara dirinya dan Partai Golkar sempat terjadi perbedaan pandangan.

“Saya menganggap itu bukan persoalan tetapi dinamika demokrasi di internal Partai Golkar. Itulah hebatnya Partai Golkar. Setiap ada persoalan selalu diselesaikan dengan demokratis melalui mekanisme internal partai dan sesuai AD/ART Golkar. Jadi saya menegaskan kepada teman-teman media bahwa sebetulnya bukan persoalan yang ditonjolkan tapi pendidikan politik di Golkar yang memang sepanjang sepengetahuan saya sampai saat ini sangat luar biasa. Terima kasih sudah diajak bergabung kembali,” beber Muntra.
Ia mengungkapkan akan mengemban amanah ini dengan bertanggungjawab. “Saya menerima ini dan saya siap bekerja dengan bertanggungjawab untuk membesarkan Partai Golkar,” tegasnya.
Sementara itu srikandi Partai Golkar Sri Wigunawati mengungkapkan apresiasi setinggi-tinggi kepada Partai Golkar khususnya kepada Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry karena telah memberinya kembali kepercayaan ke Partai Golkar.
“Setelah menempuh pendidikan ke negeri orang kembalilah ke rumah sendiri,” ujar politisi asal Jembrana ini tersenyum. (red)

