Gianyar (Penabali.com) – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, BPR Kanti meluncurkan buku Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan sekaligus memperkenalkan program transformasi budaya perusahaan menuju konsep Community Bank.
Peluncuran dua inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat model kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bali sekaligus menjawab tantangan organisasi modern yang membutuhkan tata kelola yang adaptif, berorientasi pada masyarakat, dan berkelanjutan.
Buku Lawar Leadership ditulis oleh Made Arya Amitaba, KS Arsana, dan Ketut Susila Dharma. Buku ini mengangkat filosofi lawar, kuliner tradisional Bali, sebagai metafora kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi kekuatan kolektif yang harmonis.
Melalui pendekatan tersebut, para penulis menggambarkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mengelola organisasi, tetapi juga mampu merawat hubungan, menjaga keseimbangan, dan membangun harmoni di tengah keberagaman.
Berbagai nilai budaya Bali seperti ngayah, menyama braya, integritas, serta kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan dan kebijaksanaan menjadi fondasi utama dalam buku yang terdiri dari 18 bab tersebut.
Selain menyajikan konsep kepemimpinan, buku ini juga merefleksikan pengalaman nyata transformasi budaya organisasi yang dijalankan oleh Made Arya Amitaba dalam berbagai peran kepemimpinannya, baik di dunia profesional maupun dalam lingkungan desa adat.
Pada saat yang sama, BPR Kanti juga memperkenalkan transformasi budaya perusahaan yang menandai perubahan arah lembaga tersebut menjadi Community Bank, yaitu institusi keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat dan tumbuh bersama komunitas, khususnya desa adat.
Transformasi tersebut dibangun di atas nilai KANTI yang meliputi Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi, dan Inovasi. Nilai tersebut diperkuat melalui budaya kerja DKKB yang mencakup Disiplin, Komunikasi, Kolaborasi, dan Belajar Berkelanjutan.
Menurut BPR Kanti, keberhasilan sebuah lembaga keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan menciptakan manfaat sosial, membangun kepercayaan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Inisiatif ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan desa adat di Bali yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari modernisasi, perubahan sosial, hingga perkembangan teknologi. Karena itu, diperlukan model kepemimpinan yang mampu menjaga nilai budaya sekaligus mendorong inovasi dan profesionalisme.
Buku Lawar Leadership ditujukan bagi pemimpin desa adat, akademisi, praktisi organisasi, pelaku usaha, hingga pemimpin komunitas yang ingin mengembangkan kepemimpinan berbasis nilai budaya lokal.
Ke depan, buku tersebut tidak hanya tersedia dalam versi cetak, tetapi juga akan diterbitkan dalam format digital multibahasa melalui kerja sama dengan iBlooming. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan kearifan lokal Bali kepada masyarakat internasional, tidak hanya melalui warisan kuliner lawar, tetapi juga melalui nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung di dalamnya.
Melalui peluncuran buku dan transformasi budaya perusahaan ini, BPR Kanti ingin menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi modern yang humanis, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

