Categories Denpasar Politik

Pembangunan di Denpasar Kurang Memuaskan, Satyawan Satyawati Amerta Jengah Ingin Perubahan Untuk Denpasar Era Baru

Paslon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Paket Amerta) melakukan tatap muka dengan massa militan Amerta di Jl. Tukad Balian Denpasar, Senin (16/11/2020) malam kemarin.

Dalam pertemuan yang dihadiri relawan dan pendukung Amerta, partai koalisi, serta anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Denpasar I Wayan Sugiarta tersebut, terungkap rasa kekecewaan dari Satyawan Satyawati Amerta terhadap laju pembangunan di Kota Denpasar yang dinilai kurang memuaskan..

“Kami ingin ada perubahan pak, tak seperti sekarang begini-begini saja. Makanya kami dukung Amerta karena kami jengah ingin ada pembaharuan pembangunan di Denpasar,” cetus salah seorang Satyawan Amerta yang hadir.

Tim Pemenangan Amerta, I Wayan Sugiarta mengatakan, apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat tersebut adalah ungkapan dan harapan riil dari warga Kota Denpasar yang memang benar-benar menginginkan suatu perubahan di Kota Denpasar.

“Tiap kali turun ke masyarakat mereka selalu menginginkan pembenahan fasilitas umum dan ketersediaan lapangan kerja. Kami yakin dan optimis, ditangan Amerta Denpasar akan ada perubahan lebih baik dari kondisi sekarang,” terang Sugiarta.

Senada dengan Sugiarta, Calon Walikota Denpassr Gede Ngurah Ambara Putra menyatakan Denpasar sebagai pusat ibukota provinsi dan pusat kegiatan bisnis seharusnya PAD Denpasar lebih tinggi dari tetangganya, Gianyar. Padahal menurut Ngurah Ambara, jumlah penduduk Denpasar lebih banyak dari Gianyar dan produktivitasnya pun cukup tinggi.

“Tapi kenapa Denpasar masih kalah PAD-nya, saya ambil contoh Gianyar karena penyerapan pendapatannya sama-sama dari sektor pariwisata. Kalau situasinya begini berarti perlu ada manajemen dan tata kelola pemerintahan secara digitalisasi terintegrasi sesuai visi misi kami mewujudkan Denpasar smart city yang berdaya saing,” jelas Ngurah Ambara.

Dilain sisi, Ngurah Ambara mengatakan pelaksanaan Pilwali Denpasar tahun ini situasinya sangat berbeda dengan Pilwali sebelumnya karena diadakan dalam suasana Covid-19. Semua tahapan Pilwali mulai dari pendaftaran, pengambilan nomor urut, kampanye, debat terbuka hingga saatnya nanti pemungutan dan penghitungan suara, dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan ragu dan takut ke TPS karena disana protokol kesehatan diterapkan sangat ketat. Mari datang ke TPS tanggal 9 Desember dan ingat coblos nomor urut 2,” seru Ngurah Ambara. (red)