Categories Bali Berita Event

Gaet 60% Turis Tiongkok, Pemprov Bali Akan Gelar Festival Batur

Untuk menarik wisatawan tersebut kembali datang ke Bali sekaligus memperbaiki citra pariwisata Bali, Pemprov Bali berencana menyelenggarakan Festival Batur yang bercerita tentang sejarah hubungan Bali dan Tiongkok yang sudah terjalin cukup lama. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat rapat persiapan Festival Batur bersama stakeholder pariwisata, di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (14/1).

Ia menyampaikan harapan agar festival tersebut bisa diadakan saat kunjungan wisatawan Tiongkok sedang mencapai puncak ke Bali yaitu pada bulan Februari mendatang. “Itu pas dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Jadi mungkin kita bisa buat paradenya pada tanggal 6 Februari mendatang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jika Festival Batur akan diselenggarakan selama sebulan penuh hingga menjelang Hari Raya Nyepi. “Jadi festival tersebut juga bisa berbentuk akulturasi budaya Cina dengan Bali,” imbuhnya. Ia juga menambahkan ingin menarik setidaknya 60% atau sekitar 3.000 wisatawan Tiongkok di bulan itu mengunjungi Festival Batur.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace ingin menyampaikan kepada warga Tiongkok bahwa hubungan Bali dan Tiongkok masih kuat meskipun isu penutupan toko beberapa waktu lalu sempat merebak. “Kita ingin tunjukkan bahwa hubungan yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu penulis buku The Secret Soul of Singa Wangsa,
Ngurah Paramartha menyampaikan jika hubungan Bali dan Tiongkok sudah terjalin dari abad ke-13 atau sejak Kang Cing Wie menjadi ratu dari Raja Subandar. “Peninggalan tersebut bahkan masih ada di Pura Batur, sehingga bisa kita jadikan dasar historis untuk menarik wisatawan,” jelasnya.

Ngurah Paramartha juga mengungkapkan dengan histori tersebut bisa menjadikan dasar untuk menarik wisatawan Tiongkok ke Bali sekaligus mempelajari sejarah yang berhubungan dengan mereka. “Bayangkan Perancis bisa mendatangkan puluhan juta wisatawan tiap tahun karena menjual sejarahnya, kita juga bisa, apalagi sejarah tersebut berhubungan langsung dengan negara Tiongkok,” pungkasnya. (red)