Singaraja ( Penabali.com ) – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng kembali menggalakan Program juru pemantau jentik (jumantik). Program ini dirasa sangat berhasil dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan sejak 3 tahun terakhir, kasus pun tergolong turun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, I Gede Artamawan, Rabu (10/1) menjelaskan , peran jumantik semakin dimaksimalkan di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng dengan melaksanakan gerakan 1 rumah 1 jumantik, sehingga hendaknya setiap keluarga di Kabupaten Buleleng mencegah keberadaan jentik nyamuk dari lingkungan mereka sendiri. Peran jumantik Ini kata Artamawan tidak hanya di rumah masyarakat, tetapi juga digalakkan perkantoran dan fasilitas umum, untuk memantau jentik nyamuk aedes aegypti.
“Terus kami upayakan agar seluruh lingkungan di Kabupaten Buleleng terpantau oleh jumantik, di rumah-rumah dengan berkoordinasi pada pemegang wilayah, sedangkan pada perkantoran dan fasilitas umum,”terangnya.
Bahkan sosialisasi secara periodik dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Selain itu, perangkat wilayah seperti perbekel, lurah, dan camat turut mendapatkan sosialisasi guna memperluas kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD. Diharapkan melalui sosialisasi tersebut, setiap wilayah di Kabupaten Buleleng memiliki jumantik yang siap siaga.” Giat tersebut secara berkesinambungan juga disosialisasikan sehingga masyarakat dapat menerapkannya,”tambah artamawan.
Artamawan juga menekankan, pihaknya tidak merekomendasikan fogging sebagai langkah pencegahan, mengingat berbagai efek samping yang mungkin timbul akibat zat kimia yang dapat terpapar di barang-barang rumah seperti gorden, sprei, bantal, perabotan makan, dan sebagainya.“Fogging adalah opsi terakhir, karena banyak dampak yang timbul, kami tetap mengedepankan tindakan preventif melalui jumantik dan PSN dengan pendekatan 3M plus,” tutup Artamawan. ( ika )

