Categories Bali Berita Buleleng

Safari Kesehatan Sambangi Sulinggih hingga Masyarakat Umum di Buleleng

Singaraja ( Penabali.com) – Kepedulian terhadap kesehatan para rohaniwan Hindu hingga masyarakat umum diwujudkan melalui kegiatan Safari Kesehatan yang digelar Puskor Hindunesia (Pusat Koordinasi Umat Hindu se-Indonesia) Dewan Koordinator Daerah (Dekorda) Kabupaten Buleleng bersama Yayasan Merak Kendi Bali.

Kegiatan sosial yang digelar secara rutin setiap bulan tersebut menyasar Sulinggih, Jeromangku, Sarati, hingga masyarakat umum di kawasan Griya Agung dan Bukit Manuaba, Sabtu (8/8).

Safari kesehatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan umat, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-2 Yayasan Merak Kendi Bali. Selama hampir dua tahun berdiri, yayasan tersebut konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk di bidang sosial keagamaan.

Ketua Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng, dr. Ketut Putra Sedana, yang akrab disapa dr. Caput, mengatakan kesehatan menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Terlebih, sasaran kegiatan di antaranya para Sulinggih dan pinandita yang telah lanjut usia.

Menurut dia, kondisi kesehatan para Sulinggih perlu mendapat perhatian karena mereka memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan umat Hindu. Dengan kesehatan yang terjaga, para Sulinggih diharapkan tetap dapat menjalankan swadharma dan memberikan pelayanan spiritual kepada umat.

“Sasaran utama kami adalah kesehatan. Kami ingin menghadirkan masyarakat yang sehat. Terutama beliau-beliau yang kita hormati bersama, para sulinggih yang sudah sepuh. Harapannya dengan kondisi sehat, beliau bisa terus mengabdi untuk umat,” ujar dr. Caput.

Ia menegaskan, menjaga kesehatan tidak semata-mata dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan. Kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh dan menjaga pola hidup perlu dibangun sejak dini.

Dr. Caput juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri masing-masing. Menurutnya, setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga dan mengenali perubahan yang terjadi pada tubuhnya.

“Yang paling tahu kondisi tubuh kita adalah diri kita sendiri. Banyak penyakit berawal dari dalam diri, begitu juga penyembuhannya. Obat terbaik sebenarnya juga ada di dalam diri kita,” katanya.

Selain kondisi fisik, ia mengingatkan pentingnya menjaga pikiran. Menurut dr. Caput, pola pikir dan kondisi psikologis seseorang turut memengaruhi kesehatan tubuh. Karena itu, masyarakat diajak membangun kebiasaan berpikir positif sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

“Intinya begini, apa yang kita pikirkan akan memengaruhi kita. Karena itu mari biasakan berpikir sehat, agar tubuh kita juga ikut sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Merak Kendi Bali, Nengah Sudiarta, mengatakan peringatan HUT ke-2 yayasan sengaja diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial bersama Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng.

Menurut Nengah Sudiarta, kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian sesuai kemampuan yang dimiliki. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan dalam bentuk materi. Namun, ilmu, tenaga, dan waktu juga dapat menjadi bentuk sumbangsih bagi sesama.

“Saya pribadi tidak punya harta untuk disumbangkan. Tapi saya punya ilmu dan tenaga. Melalui yayasan ini kami ingin mengajak bersama-sama menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk membantu sesama di bidang sosial,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial yang telah berjalan selama ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting agar kegiatan kemanusiaan tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan Safari Kesehatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Teguh Pujayana. Ia menilai sinergi antara Yayasan Merak Kendi Bali, Puskor Hindunesia, Griya, dan Kementerian Agama merupakan bentuk kolaborasi yang positif dalam mendukung kehidupan umat.

Menurut Teguh Pujayana, keberadaan lembaga sosial yang bergerak secara konsisten akan memberikan manfaat lebih luas apabila dibarengi dengan koordinasi dan sinergi antarlembaga.

“Sinergi yang dilakukan Yayasan Merak Kendi Bali bersama Kemenag sudah berjalan baik. Secara administrasi lembaga ini juga sudah terdaftar. Selama hampir 2 tahun berbagai program sosial sudah dijalankan,” katanya. (ika)