Categories Bali Berita Buleleng

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Desa Bengkala Dapat Pendampingan Desain Produk

Singaraja ( Penabali.com ) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif di daerah. Salah satunya melalui workshop desain produk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (5/10).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk lokal, terutama dari sisi desain, kemasan, identitas produk, hingga strategi pemasaran. Dengan pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk dan memperluas jangkauan pasar.

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Trio Dewangga, mengatakan Desa Bengkala dipilih berdasarkan hasil pemetaan potensi desa kreatif di Bali. Desa ini dinilai memiliki komunitas usaha yang sudah berkembang dan masyarakat yang siap menerima pendampingan.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga perlu memahami cara membangun identitas produk, membuat kemasan menarik, serta menyusun strategi pemasaran.

“Selama ini banyak masyarakat menjual produk atau jasa, tetapi belum memiliki cerita produk, kemasan yang baik, maupun strategi bisnis. Padahal, hal-hal tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual,” katanya.

Melalui workshop ini, peserta diberikan pemahaman mengenai desain dan pengemasan produk. Mereka juga didorong mampu menampilkan keunggulan produk agar lebih menarik bagi konsumen. Trio mengatakan, idealnya pendampingan desain dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama berisi penyampaian materi dan penggalian potensi produk peserta. Selanjutnya, pertemuan kedua diarahkan pada praktik pembuatan kemasan, label, dan cerita produk.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, masyarakat memiliki tambahan ilmu tentang bagaimana menjual produk dan jasa dengan nilai yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Perbekel Bengkala, Made Astika, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi workshop. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha.

Astika mengatakan, Desa Bengkala memiliki sejumlah produk unggulan, seperti ingke, jambu mente, kacang kapri, kacang mutiara, dan kain tenun endek khas Bengkala. Sebagian besar pelaku UMKM tersebut merupakan penyandang disabilitas yang selama ini aktif mengembangkan usaha sesuai kemampuan masing-masing.

“Produk unggulan kami salah satunya tenun endek Bengkala. Pelakunya sebagian besar penyandang disabilitas. Ini menjadi salah satu kekuatan desa kami dalam memberdayakan masyarakat disabilitas melalui kegiatan ekonomi,” jelasnya.

Meski memiliki produk unggulan, Astika mengakui pengembangan kemasan dan pemasaran masih perlu ditingkatkan. Salah satunya produk kacang mente yang hingga kini belum memiliki merek khusus.

Selama ini, pemasaran produk UMKM Bengkala masih mengandalkan pasar lokal, promosi dari mulut ke mulut, serta akun media sosial pemerintah desa. Namun, sejumlah konsumen dari luar desa juga mulai datang langsung untuk membeli produk tersebut.

“Mudah-mudahan produk UMKM kami bisa memiliki kemasan dan identitas yang lebih baik,” katanya.

Selain memperkuat pemasaran, pemerintah desa juga berupaya melakukan regenerasi pelaku UMKM, khususnya pada sektor kerajinan tenun. Astika menyebutkan, pendampingan dan pelatihan telah diberikan kepada generasi penerus agar keterampilan tersebut tetap berkembang.

“Harapan kami masyarakat semakin berdaya, pemasaran produk semakin luas, dan tentunya omzet para pelaku UMKM juga meningkat,” tandasnya.****