“Gubernur Koster: Harus Ada Skema Pemanfaatannya”
Pengelolaan sumber daya air yang dimiliki Bali selama ini dirasa belum maksimal karena masih banyak sumber air yang belum dimanfaatkan dengan baik. Karenanya, sumber-sumber air yang ada di Bali harus dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Politeknik Negeri Bali (PNB) akan menyelenggarakan seminar serangkaian peringatan Hari Air Sedunia, pada 22 Maret 2019. Guna mensukseskan seminar tersebut, PNB dipimpin Direkturnya I Nyoman Abdi datang menemui Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Selasa (19/2).
Dalam audensi tersebut, Nyoman Abdi mengundang Gubernur Koster untuk hadir membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara seminar tersebut. Nyoman Abdi mengatakan, peringatan ini dideklarasikan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya air bersih sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama berjuang mengelola sumber air bersih yang ada secara maksimal. Karena menurutnya, Bali punya banyak sumber daya air yang harus ditata dan dikelola serta dimanfaatkan secara baik.
Senada hal tersebut, Gubernur Koster mengatakan jika selama ini sumber-sumber air di Bali belum dimanfaatkan secara benar karena selama ini belum ada skema besar atau pemetaan secara serius terkait hal ini.
“Informasi yang saya dapat, sumber mata air yang kita miliki cukup untuk masyarakat Bali. Tapi kenyataannya masih banyak yang belum merasakan. Kita butuh skema yang baik untuk mengelola sumber mata air ini. Saya ingin sumber-sumber mata air di Bali dimanfaatkan dengan maksimal. Disini peran Politeknik Negeri Bali harus hadir untuk melakukan kajian, pemetaan dan membuat skema untuk pemanfaatannya,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Untuk itu, Ia mendukung adanya pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan demi keberlangsungan dan kelestarian air yang ada di bumi serta pemerataan pemanfaatan air bersih. Terlebih saat ini permasalahan krisis air banyak terjadi di belahan dunia. Persoalan lainnya dikatakan Koster, hingga kini pengelolaan sumber daya air hanya berfokus secara eksklusif untuk orang-orang tertentu, sehingga air masih sulit diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga Ia berharap pengelolaan sumber daya air dan juga pemanfaatan dari sumber daya air tersebut harus benar-benar diperhatikan.

“Bali harus memiliki konsep besar untuk pengolahan air, karena saat ini masih banyak sumber air yang terbuang, kedepan sumber ini harus dimanfaatkan maksimal untuk semua masyarakat,” imbuhnya. (red)

