Singaraja (Penabali.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Putu Agus Suradnyana menjawab kritikan pedas yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDIP Buleleng Putu Mangku Budiasa. PAS menilai setiap orang utamanya para tokoh politik sah-sah saja memasang baliho.
Ditemui Senin (22/7) Suradnyana memastikan pihaknya saat ini masih kader PDI Perjuangan. Pemasangan baliho di beberapa sudut kota di Singaraja itu, hanya sebatas harapan agar PDI Perjuangan mau berkoalisi dengan KIM di Bali. Hal itu juga menurutnya untuk mewujudkan kedamaian dan kenyamanan di Bali saat ini. Selaku pengusaha, pihaknya juga menginginkan agar Kabupaten Buleleng lebih diperhatikan oleh para pemimpin kedepannya. Jangan hanya sebatas dijadikan sebagai barometer politik jelang Pilkada berlangsung.
“Saya sebagai pengusaha, ingin agar Bali tetap damai dan nyaman. Ada koalisi antara PDIP dan KIM. Itu manifestasi dari alam pikir saya,” singkatnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDIP Buleleng Putu Mangku Budiasa menyebut jika PAS seperti kacang lupa kulitnya. Langkah PAS ini pun dinilai Mangku Budiasa melanggar AD-ART Partai. Sebab PAS lebih memilih berpasangan dengan Muliawan, yang merupakan kader dari Partai Gerindra.
“Kalau memang berniat ikut tampil sebagai calon Gubernur mestinya dalam penjaringan bakal calon Gubernur dia (PAS) ikut mendaftar. Tidak dengan cara seperti ini, masih sebagai ketua DPC tapi sudah pasang baliho tandem dengan partai lain. ini namanya tidak punya etika politik,” terangnya.
Selain itu Mangku Budiasa juga mengomentari pernyataan PAS dalam podcast di salah satu media, yang menyebut keinginan PAS untuk bertarung di Pilgub Bali 2024 ini lantaran kecewa sebab sang istri (I Gusti Ayu Aries Sujati) dicoret dalam daftar Caleg DPR RI oleh partainya sendiri. Kata Budiasa, apapun alasan yang disampaikan oleh PAS dalam podcast itu hanyalah alasan pembenaran hingga haus kekuasaan.
“Kurang apa PDIP membesarkan nama PAS. Dia kan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Bali tiga periode, menjabat sebagai Bupati Buleleng dua periode, begitu juga dengan istrinya yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Bali. Sikap PAS ini sangat kami sayangkan,” tandasnya. (aik)

