Singaraja ( Penabali.com) – Koperasi Simpan Pinjam Bali Nasional Akuntan (KSP BNA) merayakan hari jadinya yang ke-25 pada Sabtu (17/1) kemarin. Perayaan HUT ke-25 yang digelar secara sederhana ini dirangkaikan dengan Rapat Akhir Tahun (RAT) Tahun Buku 2025, bertempat di Lingkungan Bantang Banua, Kelurahan/Kecamatan Sukasada.
Memasuki usia seperempat abad, KSP BNA terus menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada ratusan nasabah dan anggotanya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah meluncurkan inovasi simpanan berjangka khusus sebagai upaya memperkuat permodalan koperasi.
Ketua KSP BNA, Made Nyiri Yasa, S.Sos., MMA, mengatakan bahwa penguatan modal menjadi fokus utama koperasi saat ini. Hal tersebut sejalan dengan ketentuan Permenkop Nomor 8 Tahun 2023 yang mengamanatkan permodalan koperasi minimal sebesar 30 persen.
“Perkembangan aset kami cukup cepat, sehingga kami harus menyesuaikan dengan regulasi yang ada. Karena itu, kami sepakat menghadirkan program inovasi simpanan berjangka khusus yang tidak bisa ditarik selama koperasi masih berjalan. Namun, apabila penabung meninggal dunia, simpanan tersebut akan dibayarkan,” jelasnya.
Selain penguatan permodalan, KSP BNA juga terus mendorong digitalisasi layanan. Menurut Made Nyiri Yasa, perkembangan era digital menuntut koperasi untuk beradaptasi, terutama dalam pelayanan transaksi non-tunai yang kini semakin dibutuhkan anggota.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengikuti digitalisasi. Pelayanan harus cepat dan efisien. Ke depan, sistem digital akan terus kami sempurnakan sebagai bentuk pelayanan prima kepada anggota,” ujarnya.
Ia berharap, di usia ke-25 ini, koperasi benar-benar dapat berjalan dari, oleh, dan untuk anggota. Peran aktif anggota dalam setiap program koperasi diharapkan semakin meningkat, sehingga tidak ada lagi anggota yang pasif dalam berpartisipasi.
Dari sisi kinerja keuangan, KSP BNA mencatat peningkatan aset sebesar 2,8 persen menjadi Rp28 miliar. Namun demikian, volume pinjaman mengalami penurunan akibat ketatnya persaingan antar lembaga keuangan. Kondisi ini berdampak pada penurunan pendapatan sebesar 12 persen. Meski begitu, KSP BNA tetap memperoleh nilai kesehatan 80,25 dengan kategori sehat.
“Penurunan pinjaman akan kami sikapi kembali pada tahun 2026. Untuk memperkuat struktur keuangan, kami akan menambah modal melalui program simpanan berjangka khusus,” tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Koperasi Ahli Muda, I Gede Arya Eka, dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Buleleng, berharap KSP BNA ke depan terus menjalin sinergi dengan seluruh pihak, mulai dari pengurus, pengawas, hingga anggota.
“Keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh sinergi yang baik. Jika itu terjaga, hasilnya pasti akan membanggakan. Perkembangan koperasi tidak lepas dari peran aktif anggota,” ujarnya. (ika)

