Toko Pelawan, merupakan salah satu UMKM binaan PLN sejak tahun 2017. Saat ini omsetnya meningkat dari Rp.7 juta/bulan menjadi Rp.15 juta/bulan. Bahkan jumlah karyawan dari 7 orang kini menjadi 12 orang.
Di masa pandemi covid-19, PLN terus melakukan pendampingan, memberikan bantuan pelatihan, sertifikasi dan pemasaran untuk meningkatan kualitas usaha UMKM binaannya termasuk pada Toko Pelawan ini. Bahkan sebelumnya PLN juga telah membantu pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan pelawan mulai dari konservasi hutan khas yaitu pohon pelawan dimana kawasan hutan pelawan ini telah dijadikan kawasan wisata edukasi untuk masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah pendampingan PLN dan upaya pemasaran yang dibantu oleh PLN tersebut membuahkan hasil dengan masih adanya pesanan secara online kepada Toko Pelawan dari masyarakat maupun pegawai PLN diluar Babel (Bangka Belitung) yang sudah menjadi langganan tetap,” ungkap Penanggung Jawab Toko Belawan, Zaiwan, Selasa (11/08/2020).
Toko Pelawan adalah satu dari 26.428 UMKM di seluruh Indonesia yang menjadi binaan PLN melalui program kemitraan sejak tahun 1992.
Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Agung Murdifi menjelaskan, selain melistriki negeri, PLN juga memberikan perhatian khusus untuk membantu memajukan UMKM dalam upaya memajukan ekonomi kerakyatan bangsa Indonesia. Melalui program Kemitraan yaitu program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri baik dari sektor pertanian, perdagangan, jasa, industri, peternakan, perikanan, perkebunan dan lainnya.

Selain bantuan peralatan modal usaha, PLN juga melakukan pembinaan kepada UMKM tersebut untuk naik kelas dengan melakukan bimbingan pelatihan manajemen keuangan, pelatihan produksi, pelatihan pemasaran dan dibantu untuk pemasaran.
Dalam upaya membantu pemasaran produk UMKM, PLN telah memiliki 29 lokasi Rumah BUMN dimana didalam Rumah BUMN tersebut menjadi tempat berkumpulnya para pelaku UMKM untuk sharing informasi, dilatih pengembangan usaha serta media untuk penjualan atau show room dan online melalui e-commers.
Rumah BUMN ini menjadi wadah UMKM untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan agar dapat meningkatkan usahanya. Rumah BUMN juga memberikan kemudahan akses informasi bagi seluruh pelaku UMKM agar dapat berkembang lebih baik lagi. Dalam Rumah BUMN tersebut PLN juga melaksanakan program pelatihan webinar untuk UMKM.
“Di masa pandemi seperti saat ini, penting bagi kami untuk terus memberikan semangat, bantuan dan pendampingan bagi seluruh UMKM binaan. Dalam waktu tiga bulan terakhir, tidak kurang dari 69 webinar dan 3300 peserta mengikuti pelatihan yang dibuka untuk UMKM yang berasal dari seluruh Indonesia,” kata Agung. (red)

