Denpasar (Penabali.com) – Meski di masa PPKM Darurat, Partai Golkar dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan dan pembinaan bagi para petani di Bali.
“Pelatihannya nanti secara virtual saja,” kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry di Kantor Golkar Bali, Jumat (16/07/2021).
Didampingi beberapa pengurus harian Golkar Bali dan Badan Pembina Pemberdayaan Petani Golkar Bali, Sugawa Korry menerangkan, pelatihan dan pembinaan dilakukan lantaran masih ditemukan kendala di lapangan yang dihadapi oleh petani khususnya petani buah.
Ketua Badan Pembina Pemberdayaan Petani Golkar Bali, Jero Tesan, mengungkapkan pelatihan dan pembinaan akan dilakukan mengingat sejumlah petani mengalami kendala khususnya pada regristrasi kebun petani sebagai satu syarat penting yang dikeluarkan Pemerintah Cina. Selama ini, menurut Jero Tesan, tak sedikit kebun-kebun petani tidak memperpanjang proses administrasinya. Padahal, komoditi ekspor ke Tiongkok potensinya cukup besar khususnya pada buah manggis, salak, dan buah naga.
“Oktober 2021 sampai April 2022 itu nanti musim panen raya, kita harap bisa ekspor ke Cina tentunya difasilitasi Partai Golkar,” kata Jero Tesan yang juga Ketua Perkumpulan Eksportir Manggis dan Rumah Kemas Holtikultura Indonesia.
Selain kendala regristrasi kebun, para eksportir khususnya eksportir Bali juga dihadapkan pada kendala transportasi. Jika sebelum pandemi Covid-19 ekspor komoditi buah ke Cina bisa melewati jalur udara, namun saat ini harus melalui jalur laut. Sehingga buah yang diekspor harus benar-benar selektif dan berkualitas.
“Bersama Golkar Bali kami akan segera memberikan pelatihan dan pembinaan kepada petani agar kuota ekspor komoditi pertanian Bali tetap terjaga,” ujar pengusaha pertanian dari Pupuan, Tabanan ini.
Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Golkar Bali Sugawa Korry menegaskan pelatihan dan pembinaan akan segera dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan para pakar pertanian, pihak eksekutif, akademisi, dan tentunya dari Badan Pembina Pemberdayaan Petani Golkar Bali. Materi pelatihan nanti juga akan terkait soal tenaga kerja pertanian khususnya tenaga penyortir buah yang akan diekspor.

“Kita tahu selama ini SDM sortir buah datang dari luar Bali padahal jika memberdayakan SDM lokal kita mampu. Makanya nanti kita juga akan melatih SDM pertanian lokal sehingga ini dapat membuka lapangan kerja bagi mereka,” ucap Sugawa Korry.
Selain mendorong akselerasi pertanian Bali, Golkar Provinsi Bali bersama pihak terkait akan merancang langkah-langkah strategis untuk kembali menghidupkan hutan-hutan sosial agar bisa produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat penyangga hutan di Kabupaten Jembrana.
“Kita sudah menjajaki kerjasama dengan Asosiasi Aren Indonesia untuk membina kelompok-kelompok petani untuk diberikan ijin mengelola hutan sosial menanami hutan dengan pohon aren dan porang,” jelas Sugawa Korry.
Disisi lain, Sugawa Korry mengatakan Bali perlu menggalakkan kembali sektor tersier yakni pertanian. Karena selama ini, tidak ada keseimbangan antara sektor sekunder, premier dan tersier. Padahal menurut Sugawa Korry, struktur ekonomi Bali akan kuat jika ketiga sektor tersebut terutama pertanian diberikan porsi yang adil dan merata.
“Bukti ketika pandemi Covid melanda dunia, Bali yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata ekonominya mengalami kontraksi sangat dalam. Oleh karenanya Golkar akan menggalakkan membangkitkan kembali pertanian Bali,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali ini.
Apa yang dilakukan Golkar Bali merupakan pengejawantahan doktrin Partai Golkar yakni karya kekaryaan untuk membantu masyarakat di sektor ekonomi, pertanian, dan lainnya. Sebagai bukti pengejawantahan doktrin tersebut, Partai Golkar Provinsi Bali lewat Badan Pembina Pemberdayaan Petani Golkar Bali menjalin kerjasama dengan pengusaha eksportir. Sugawa Korry menyebut ada 14 perusahaan eksportir di Bali yang akan diajak bekerjasama. Diantaranya ada PT. Radja Manggis Sejati, PT. Bali Organik Subak, PT. Djaya Buah Bersinar, dan PT. Buah Angkasa.
“Konsep besarnya mendorong ekspor dan memanfaatkan hutan sosial sesuai konsep wana kerthi sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Astungkara suatu saat nanti kita akan lepas ekspor buah dari halaman Kantor Golkar Bali,” pungkas politisi senior Partai Golkar asal Desa Banyuatis, Buleleng ini. (red)

