Categories Bali Denpasar Politik

DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna ke-9, Gubernur Gubernur Wayan Koster Sampaikan Pidato Perdana

Denpasar (Penabali.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menggelar Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Selasa (4/3/2025). Agenda utama rapat ini adalah penyampaian pidato pertama oleh Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, setelah resmi dilantik oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025 di Jakarta.

Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pasangan pemimpin baru Bali tersebut. Ia optimistis bahwa kepemimpinan mereka akan mampu menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif dengan mengedepankan keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Dalam pidato perdananya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali periode 2025-2030 akan tetap mengacu pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Prinsip Satu Pulau, Satu Pola, Satu Tata Kelola akan menjadi landasan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Bali.

Koster juga memaparkan capaian ekonomi Bali pada tahun 2024 yang menunjukkan perkembangan positif. Beberapa indikator utama yang disampaikan meliputi:

  • Pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,48%, lebih tinggi dari angka nasional 5,03%.
  • Peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita menjadi Rp67 juta per tahun dari Rp58 juta pada 2019.
  • Tingkat kemiskinan di Bali hanya 3,80%, angka terendah di Indonesia.
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali mencapai 78,63, tertinggi ke-5 di Indonesia.
  • Angka stunting di Bali berada di 7,2%, jauh di bawah rata-rata nasional 21,5%.

Selain itu, Koster juga menyoroti ketimpangan ekonomi antara wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) dengan daerah lain di Bali. Ia menegaskan perlunya strategi pemerataan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat wisata utama.

Dalam pidatonya, Gubernur Koster menegaskan pentingnya transformasi ekonomi agar Bali tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan sektor-sektor strategis lainnya, seperti pertanian, kelautan, dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Salah satu upaya konkret adalah penerapan konsep Genuine Bali yang menekankan keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya Bali.

Sejalan dengan itu, berbagai kebijakan strategis akan diterapkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, di antaranya:

  • Pengendalian alih fungsi lahan pertanian guna menjaga ketahanan pangan Bali.
  • Penertiban kepemilikan aset oleh orang asing dengan nama masyarakat lokal.
  • Pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sesuai dengan Pergub Bali No. 97 Tahun 2018.
  • Pengembangan energi terbarukan dengan target Bali sebagai pulau berbasis energi bersih.
  • Peningkatan kapasitas UMKM Bali dalam menghadapi pasar global.

Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. DPRD Bali akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran demi kesejahteraan masyarakat.

Rapat paripurna ini menjadi momentum awal kepemimpinan Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta dalam menata Bali menuju era baru yang lebih maju, seimbang, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, Gubernur Koster juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersatu dalam mendukung program pembangunan yang telah dirancang untuk lima tahun ke depan.

Menutup pidatonya, Gubernur Wayan Koster mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mendukung pembangunan Bali agar semakin maju dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa periode 2025-2030 merupakan momentum awal dalam mewujudkan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125), yang akan menjadi dasar bagi kesejahteraan dan keberlanjutan generasi mendatang. “Tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, yaitu sukses,” pungkasnya.

Dengan visi pembangunan yang telah dipaparkan dalam pidato perdananya, Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta diharapkan mampu membawa Bali menuju era baru yang lebih sejahtera. Pemerintah Provinsi Bali akan terus bersinergi dengan DPRD Bali dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal kebijakan pembangunan agar tetap berorientasi pada kepentingan rakyat dan kelestarian budaya Bali. (ika)