Denpasar (Penabali.com) – Gerakan Mahasiswa Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (FRONTIER) Bali, Senin (1/5/2023), menyelenggarakan acara NONGKI #1 (Nonton Bareng Sambil Diskusi) dengan tajuk “Apa Kabar Buruh Hari Ini?” serta menggandeng beberapa seniman lukis dalam merespon Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2023.
Koordinator acara, Cok Gede Yoga Putra Pratama, menjelaskan acara ini merupakan bagian dari respon terhadap Hari Buruh atau yang biasa disebut May Day. Dirinya menyebutkan acara ini bertujuan untuk membangunkan semangat generasi muda untuk melek terhadap suasana negara saat ini terutamanya keadaan kaum buruh yang makin hari makin terpuruk.
“Mari kita perjuangkan hak-hak buruh,” serunya.
Sekjen FRONTIER Bali, A.A. Gede Surya Sentana, menilai bahwa kaum buruh nasibnya makin terancam ditambah lagi dengan kebijakan penguasa yang tak pro terhadap para buruh. Dengan disahkanya Perppu Cipta Kerja yang tanpa melibatkan kalangan buruh dan masyarakat serta diketokpalu secara mendadak tentunya menggambarkan bagaimana penguasa tidak memberi ruang bahkan justru tidak pro terhadap kaum buruh.
“Hal ini menggambarkan bahwa penguasa tak pro kaum buruh,” jelasnya.
Adanya permasalahan dalam Perppu Cipta Kerja yang justru merampas hak-hak buruh seperti outsourcing yang dipermudah, sistem pengupahan dan jam kerja yang merugikan kaum buruh, dimana dalam Pasal 79 dalam Perppu Ciptaker dimana perusahaan tidak diwajibkan untuk memberikan dua hari libur dalam satu minggu untuk pekerja.
“Tolak Cipta Kerja, kembalikan hak buruh,” tegas Agung Surya.
Sekjen FRONTIER Bali menyampaikan bahwa Hari Buruh bagi kaum buruh adalah hari berkabung, dimana matinya nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia dengan disahkannya Perppu Cipta Kerja yang tidak memberikan keadilan bagi kaum buruh.
“Hari ini kita berduka cita atas matinya rasa kemanusiaan dan demokrasi di negeri ini akibat kebijakan penguasa,” pungkasnya. (rls)

