Categories Bali Berita Buleleng

Galungan-Kuningan Jadi Momentum Bangun Buleleng yang Maju dan Sejahtera

Singaraja ( Penabali.com) – Hari Raya Galungan dan Kuningan  dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengajak seluruh krama Buleleng menjadikan kemenangan dharma melawan adharma sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus energi baru untuk mewujudkan Buleleng yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Buleleng. Dalam pesannya, keduanya berharap perayaan hari suci tersebut membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh umat Hindu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami menghaturkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun Saka 1948/2026 Masehi kepada seluruh krama Buleleng,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, Galungan merupakan peringatan kemenangan dharma melawan adharma yang mengingatkan umat untuk selalu menegakkan kebenaran dalam setiap aspek kehidupan. Sementara Hari Raya Kuningan mengajarkan umat untuk kembali pada jati diri yang suci, tulus, dan senantiasa berbakti.

Lebih lanjut disampaikan, perayaan Galungan dan Kuningan tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian upacara keagamaan. Hari suci tersebut juga menjadi momentum mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Di tengah dinamika pembangunan yang terus berjalan, kebersamaan krama Buleleng merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan kemajuan daerah,” tegasnya.

Sutjidra menambahkan, pembangunan Buleleng ke depan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Berbagai sektor strategis perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Posyandu, hingga mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga adat, tradisi, dan budaya sebagai identitas yang menjadi kebanggaan Buleleng. Menurutnya, setiap kontribusi yang dilakukan masyarakat di tingkat banjar, desa, maupun kecamatan akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

“Setiap karya kecil dari semeton di banjar, desa, dan kecamatan akan menjadi fondasi besar bagi kemajuan Buleleng yang kita cintai bersama,” katanya. (ika)