Categories Bali Berita Denpasar

BEI Bali Perkuat Literasi Investasi, Edukasi Pasar Modal Menjangkau Kampus hingga SMA

DENPASAR (Penabali.com) – Kesadaran masyarakat Bali terhadap investasi terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai program edukasi yang secara konsisten dijalankan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama sejumlah mitra di daerah guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.

 

Kepala Kantor Perwakilan BEI Wilayah Bali, I Gusti Agus Andiyasa, saat workshop bersama wartawan di Bali, Jumat (31/7/2026), mengatakan bahwa perkembangan literasi investasi di Pulau Dewata semakin menggembirakan. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

 

Agus menjelaskan, galeri investasi yang dibangun melalui kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi pasar modal. Di Bali, saat ini terdapat galeri investasi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Universitas Triatma Mulya (Untutura) yang tidak hanya melayani mahasiswa, tetapi juga membuka akses edukasi bagi masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

 

Ia menilai sinergi tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi investasi di Bali. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang digelar bersama perguruan tinggi, pemahaman masyarakat mengenai pasar modal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

 

Selain menyasar kalangan mahasiswa, BEI Bali kini mulai memperluas edukasi kepada pelajar tingkat sekolah menengah atas. Langkah ini dilakukan agar generasi muda telah mengenal konsep investasi dan pasar modal sejak dini, sehingga memiliki bekal pengetahuan sebelum memasuki dunia kerja atau mulai memperoleh penghasilan.

 

Menurut Agus, pengenalan pasar modal sejak usia sekolah penting dilakukan meski sebagian besar siswa belum dapat membuka rekening saham karena belum memiliki KTP. Edukasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda bahwa investasi tidak hanya terbatas pada emas atau properti, tetapi juga melalui instrumen pasar modal.

 

Berdasarkan data BEI, sekitar 54,6 persen investor saham di Bali berasal dari kelompok masyarakat yang telah bekerja. Sementara sisanya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mulai mengenal investasi melalui berbagai program literasi yang diselenggarakan bersama mitra pendidikan. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi sebagai dampak dari edukasi yang terus diperluas.

 

Untuk mendukung penyebaran informasi, BEI telah membangun 32 galeri investasi di Bali melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga nonkampus, asosiasi, hingga berbagai instansi seperti Rumah BUMN Denpasar. Selain itu, masyarakat juga didukung oleh keberadaan 18 perusahaan sekuritas atau anggota bursa yang telah membuka kantor cabang di Bali sehingga akses terhadap layanan investasi semakin mudah.

 

Di sisi lain, perkembangan teknologi turut dimanfaatkan BEI untuk memperluas akses informasi melalui aplikasi IDX Mobile. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai informasi pasar modal, mulai dari pergerakan harga saham, data emiten, jadwal penawaran umum perdana saham (IPO), prospektus, hingga laporan keuangan perusahaan. Melalui jaringan kantor perwakilan dan galeri investasi yang terus berkembang, BEI berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat sehingga mampu mendorong budaya investasi yang aman, bijak, dan sesuai ketentuan.