I Gede Westra ‘IGW’: Saya Jengah Nindihin Tanah Kelahiran,

“Sambut Galungan, IGW Akan Bagikan 1.500 Parsel”

 

Tak ingin dicap sebagai generasi pemalas dan hanya bisa jadi penonton, membuat seorang tokoh pemuda di Banjar Pekambingan Denpasar, I Gede Westra, terpacu semangatnya untuk membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera. Prinsip inilah yang terpatri dalam jiwa pemuda yang lebih populer disapa IGW ini untuk ‘jengah nindihin gumi’, membangun desa dan tanah kelahirannya.

Untuk lebih memaksimalkan perannya dalam pembangunan, atas dorongan keluarga, dan juga masyarakat di sekitar lingkungannya terutama di Banjar Pekambingan, IGW termotivasi langkahnya untuk ‘memberanikan’ diri mempresentasikan jiwa mudanya untuk ikut bertarung di Pemilihan Legislatif tahun 2019. IGW kemudian memutuskan berlabuh di Partai Hanura sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dapil Denpasar 1 (Denbar 1) nomor urut 1. Sebagai putra daerah, IGW punya keyakinan dan keteguhan hati untuk mengabdikan diri secara total menjadi pelayanan masyarakat, penyambung lidah masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkannya di legislatif demi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi pada prinsipnya karena rasa jengah untuk nindihin desa, dan inilah yang akan saya lakukan perubahan. Membangun desa dan membawa arah pembangunan di desa yang lebih baik dan lebih maju”, kata IGW saat ditemui dirumahnya di lingkungan Banjar Pekambingan, Denpasar, Rabu malam(19/12).

I Gede Westra ‘IGW’ bersama keluarga.

Majunya IGW ke kancah politik sebagai caleg bukanlah proses ‘instan’. Tetapi telah dilaluinya lewat tahapan ‘investasi’ di masyarakat sejak lama. Menjadi Ketua DPD Lasmura Bali, dan Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali sampai sekarang serta jejak berbagai organisasi di lingkungannya, pernah Ia lakoni, menjadi bukti IGW telah memiliki ‘investasi’ suara yang makin meyakinkan dirinya mampu meraih cita-cita sebagai wakil rakyat.

“Saya tidak mengatakan visi misi yang muluk-muluk. Saya begini saya begitu, tidak, tapi apapun kegiatan sosial seni budaya maupun olahraga itulah saya lakukan sebagai generasi milenial dan itu telah saya buktikan”, ungkap pengusaha rent car, rumah makan dan toko mainan ini.

Bukti kepedulian IGW terhadap berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan dan olahraga serta seni budaya, dibuktikannya dengan menyediakan transportasi mulai mobil pick up dan kijang inova untuk operasional dari aktivitas warga. Bahkan dalam waktu dekat, IGW juga berencana untuk membeli ambulance. Di bidang seni, IGW juga membantu sekeha topeng ketika ada warga yang melaksanakan karya yadnya. Selain itu, IGW juga kerap menggelar lomba seperti tenis meja dan lomba miniatur ogoh-ogoh. Kepeduliannya terhadap warga masyarakat seakan tak pernah surut, ketika erupsi Gunung Agung tahun lalu, IGW memimpin generasi muda turun langsung memberikan bantuan. Bahkan saat ada warganya terkena banjir beberapa hari lalu, IGW juga turun tangan membantu warga yang tertimpa musibah banjir.

“Kita bantu makanan karena ketika banjir rumah mereka terendam dan tak sempat memasak. Jadi yang kita bantu nasi bungkus, mie instan dan air mineral”, jelasnya.

Kepedulian dan kepekaan sosial IGW tak berhenti sampai disitu. Menjelang Hari Raya Galungan tanggal 26 Desember nanti, IGW akan membagikan 1.500 parsel yang berisi alat-alat upakara seperti dupa dan wadah atau tempat bunga untuk sembahyang.

Keluarga IGW sedang mempersiapkan 1.500 parsel seperangkat alat sembahyang yang akan dibagikan jelang Hari Raya Galungan.

“Galungan enam bulan lalu saya membagikan daging babi 1,3 ton. Tapi kali ini saya akan bagikan ribuan parsel alat sembahyang. Tujuannya untuk mengajak umat Hindu agar tetap eling kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa”, ucapnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *