“Rela Tinggalkan Bisnis Properti, Ngayah Total Untuk Tanah Kelahiran”
Siapa yang tidak mengenal Pulau Nusa Penida. Satu kepulauan yang masuk kedalam wilayah Kabupaten Klungkung ini, memiliki dua pulau lainnya yakni Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kecamatan Nusa Penida terus menggeliat dalam roda pembangunannya terutama di sektor pariwisata.
Nusa Penida, adalah pulau yang indah dan kerap disebut “telur emasnya” Bali, yang tak hanya diserbu masyarakat utamanya umat Hindu yang hendak melalukan persembahyangan (tirta yatra), namun juga bagi wisatawan baik turis mancanegara dan domestik, juga kerap memilih Nusa Penida untuk berlibur menikmati eksotiknya ‘view’ Nusa Penida.
Kendati kini Nusa Penida sedang tumbuh pariwisatanya, namun daerah ini faktanya masih tertinggal. Penyebabnya karena keterbatasan infrastruktur baik jalan, listrik maupun air hingga masih lemahnya sumber daya manusia warga lokal untuk menggarap beragam potensi pariwisata yang ada.
Kondisi ini juga yang membuat salah seorang tokoh masyarakat di Nusa Penida yakni I Made Satria SH., merasa terpanggil untuk mengabdikan dirinya berjuang membantu masyarakat. Pengabdian yang akan dilakukan oleh kakak dari Ketut Leo ini adalah dengan maju sebagai caleg DPRD Klungkung daerah pemilihan (dapil) Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan. Made Satria terpanggil terjun ke politik dan rela meninggalkan usaha bisnis properti yang Ia bangun bersama kakaknya, Ketut Leo, hanya untuk mengabdikan diri membangun tanah kelahirannya, Nusa Penida.
Menurut Made Satria, bidang infrastruktur jalan, air dan listrik merupakan hal mendesak yang harus segera diselesaikan di Nusa Penida. Satria mengatakan, jika ketiga bidang infrastruktur itu tak segera dibenahi maka sulit bagi sektor pariwisata di Nusa Penida akan berkembang pesat minimal setara dengan destinasi wisata kabupaten lainnya di Bali.
Selain mendorong pengembangan infrastruktur, membangun sumber daya manusia (SDM) ‘krama’ Nusa Penida khususnya di sektor pariwisata juga menjadi atensinya. Cita-cita besar dan mulia Ia tanamkan dalam spirit perjuangannya agar Nusa Penida punya Akademisi Komunitas di sektor pariwisata. Namun pria kelahiran Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, 18 April 1972 ini sadar jika membangun Akademisi Komunitas Pariwisata ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. APBD Kabupaten Klungkung yang tergolong kecil, tidak memungkinkan pemerintahan daerah sanggup untuk membangun sendiri.
Karena itu, Satria berharap besar ada sinergi Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Apalagi pembangunan Akademi Komunitas ini juga sejalan dengan visi misi Gubernur Bali Wayan Koster.
“Saya ingin dorong dan perjuangkan agar di Nusa Penida dibangun Akademisi Komunitas Pariwisata. Ini sangat penting dan mendesak untuk menyiapkan SDM pariwisata di Nusa Penida,” kata Made Satria, Jumat (7/12/2018).
Nantinya Akademisi Komunitas Pariwisata ini akan membuka pendidikan dan pelatihan setara Diploma Satu (D-1) sehingga mampu menyiapkan SDM pariwisata di Nusa Penida yang siap kerja di sektor pariwisata baik di hotel, villa, restoran, maupun jasa pariwisata lainnya.
Lembaga pendidikan ini akan menjadi semacam kawah candradimuka untuk menggembleng SDM warga lokal khususnya di Nusa Penida, tidak hanya dari sisi hard skill tapi juga soft skill. Khususnya juga menanamkan spirit kebanggaan dan pengabdian untuk ikut membangun Nusa Penida.
“Kita butuh lebih banyak anak muda kreatif, inovatif serta mau ikut membangun daerahnya di Nusa Penida,” kata pria yang bersama adiknya Ketut Leo sudah lama membantu pembangunan pura di sejumlah wilayah di Nusa Penida. (red)

