Categories Buleleng Kesehatan

Kartini Masa Kini Desak Wiratnawi, Berjuang Mendidik Perempuan Lahirkan Generasi Emas

Buleleng (Penabali.com) – Sebagai seorang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang bekerja di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Buleleng, Desak Nyoman Wiratnawi, mengaku sangat terinspirasi oleh sosok R.A. Kartini yang merupakan seorang tokoh pahlawan yang memperjuangkan kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki.

Secara tidak langsung, pekerjaannya sebagai PLKB memiliki beban tanggung jawab yang besar dalam mendidik perempuan generasi muda Buleleng terutama dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Menurutnya, perempuan muda yang akan menjalani kehidupan rumah tangga pertama harus dibekali dengan pendidikan yang layak mengenai kehidupan berkeluarga.

“Saya lakukan dengan komunikasi, edukasi, advokasi, terhadap para ibu-ibu rumah tangga,” jelas Desak.

Lanjut Desak, kepada ibu rumah tangga itu dirinya memberikan pembinaan pola asuh tumbuh kembang anak atau program bina keluarga balita agar para ibu bisa memantau tumbuh kembang anaknya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Selain itu, dirinya juga memiliki program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada kelompok bina keluarga remaja dengan materi menjaga kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, konsultasi gizi remaja, pernikahan dini, bahaya seks bebas, dan kesiapan berkeluarga bagi remaja.

“Itu dilakukan untuk membantu merencanakan masa depan agar bisa mewujudkan keturunan generasi emas,” imbuhnya.

Tidak hanya menyasar ibu rumah tangga dan para remaja, Desak sebagai PLKB juga bertugas untuk memberikan program pembinaan kepada para lansia dengan harapan mereka bisa mandiri, kuat, dan tidak terlalu bergantung dengan orang lain.

Secara pribadi, perjuangan R.A.Kartini sangat menginspirasi bagi Desak Wiratnawi. R.A. Kartini menurutnya mengajarkan perempuan untuk pantang menyerah untuk mencapai cita-cita. Untuk itu, perempuan Indonesia haruslah tidak menyia-nyiakan perjuangan R.A. Kartini dalam melepaskan belenggu perempuan pada zaman dahulu. (rls)