Partai Golkar rupanya benar-benar menginginkan pelaksanaan Pilkada serentak yang digelar di 6 kabupaten/kota di Bali dapat berjalan demokratis, langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber).
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry didampingi jajaran pengurus Golkar Bali mengatakan bahwa Golkar Bali tengah menyiapkan tim advokasi kepada pasangan calon yang diusung Partai Golkar di 6 kabupaten/kota yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, dan Kabupaten Karangasem.
Dijelaskan lagi, di tiap daerah atau pasangan kandidat yang diusung akan disiapkan 5 advokat yang dikoordinir langsung Golkar Bali dan diketuai Sri Wigunawati dari Bidang Hukum dan Advokasi DPD Partai Golkar Bali.
“Tim advokasi ini nanti akan memperkuat tim advokasi yang sudah disiapkan pasangan calon. Jika belum ada, inilah kita bantu,” terang Sugawa Korry kepada awak media di Kantor Golkar Bali, Rabu (25/11/2020) siang.
Sugawa melanjutkan, Tim Advokasi Golkar Bali ini akan mengawal pelaksanaan Pilkada di Bali dari sisi hukum sehingga harapannya hajatan pesta demokrasi Pilkada dan Pilwali akan berjalan aman, lancar tanpa ada kecurangan, dan juga demokratis.
“Kita akan terus pantau pelaksanaan Pilkada ini agar berjalan tanpa ada kecurangan. Tim advokasi ini nanti akan bekerja berdasarkan laporan baik dari tim kampanye paslon maupun masyarakat,” ujar Sugawa Korry.

Dalam Tim Advokasi ini, Partai Golkar Bali menunjuk Koodinator Wilayah (Korwil) di tiap kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada. Yakni Korwil Bangli yang diketuai Oka Mantara, Korwil Denpasar IB Udiyana, Kabupaten Karangasem Iwan Karna, Kabupaten Jembrana Angpribawa, Kabupaten Tabanan Putu Pidada, dan Kabupaten Badung Ketut Nesa.
Kepada seluruh Korwil, Sugawa Korry menekankan agar terus melakukan pengawasan di lapangan untuk meminimalisir adanya tindak kecurangan.
“Kita tegaskan awasi semua tahapan. Kita ingin pilkada ini berjalan demokratis dan pemimpin yang terpilih menang bermartabat,” sebut Wakil Ketua DPRD Bali ini.
Sementara itu, Koordinator Tim Advokasi Pilkada Partai Golkar Bali, Sri Wigunawati mengungkapkan tiap laporan yang masuk akan benar-benar didalami apakah ada kaitannya dengan pelaksanaan pilkada. Setelah itu baru kemudian ditindaklanjuti.
“Tugas advokasi ini tak hanya selesai tanggal 9 Desember nanti namun akan tetap bekerja sampai di MK (Mahkamah Konstitusi) jika nantinya ada sengketa pemilu. Semoga Pilkada serentak tahun ini di Bali berjalan sesuai harapan kita bersama. Kesehatan pulih, ekonomi bangkit, pilkada menang,” ucap srikandi politisi asal Jembrana ini. (red)

