Buleleng (Penabali.com) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng hingga 30 November 2021 mencapai 84,56 persen atau Rp.334 miliar lebih dari target sebesar Rp.395 miliar lebih.
Besaran tersebut terungkap saat Rapat Evaluasi Realisasi PAD Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Program Pencapaian Target PAD Tahun Anggaran 2022 yang dipimpin langsung Sekda Buleleng Gede Suyasa, bertempat di Ruang Rapat Unit IV, Kantor Bupati Buleleng, Senin (13/12/2021).
Ditemui usai rapat, Suyasa menjelaskan sampai November 2021 realisasi PAD Buleleng sudah mencapai 84,56 persen dengan besaran Rp.334 miliar lebih dari target sebesar Rp.395 miliar lebih.
Dalam waktu satu bulan ini, diprediksi akan ada banyak pemasukan-pemasukan tambahan. Dengan begitu, ada optimisme realisasi PAD bisa naik.
“Mencapai angka di atas 90 persen sampai akhir tahun. Semoga bisa terealisasi,” harap Suyasa.
Evaluasi juga dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum memenuhi target PAD. Suyasa menjelaskan, ada beberapa kendala yang menyebabkan target realisasi PAD belum tercapai.
Pertama, adalah perubahan regulasi seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Sistem Informasi Mendirikan Bangunan Gedung (SIMBG) dimana harus ada regulasi berbentuk peraturan daerah (Perda) untuk mengatur pemungutan retribusi tersebut. Sehingga, perizinan tetap berjalan namun retribusinya kembali ke kas negara bukan kas daerah.

“Dengan demikian, tidak menjadi pendapatan daerah. Sampai nanti kita sudah siap dan pak bupati mengambil keputusan mulai boleh melakukan penerimaan retribusi dari SIMBG ini baru bisa kita dapatkan,” ujar Suyasa.
Lebih lanjut, Suyasa mengungkapkan kendala kedua adalah karena terbentur pandemi. Target-target di sektor pariwisata jelas menurun seperti retribusi objek wisata. Hal tersebut dikarenakan beberapa bulan mengalami PPKM hingga semua aktivitas masyarakat dibatasi. Termasuk wisatawan tidak boleh berkunjung.
Beberapa kekayaan daerah yang digunakan untuk fasilitasi tempat rekreasi umum juga ditutup dan tidak ada pendapatan.
“Itu beberapa indikatornya. Tetapi secara umum kita sudah cukup bersyukur kalau nanti sampai akhir Desember kita bisa mencapai angka di atas 90 persen dari target PAD,” ungkapnya.
Disinggung mengenai plot mana yang diproyeksikan akan membuat angka di atas 90 persen, mantan Kadisdikpora Buleleng ini menyebutkan pendapatan dari salah satu perusahaan daerah belum menyetorkan penuh 100 persen. Kemudian, ada perhitungan piutang dari pendapatan Rumah Sakit Pratama Tangguwisia dimana besarannya mencapai Rp.10 miliar. Termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang tergolong tinggi karena sudah mencapai batas akhir pembayaran.
“Ini juga akan menambahkan. Begitu juga Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah mencapai target di atas 90 persen tapi masih memiliki peluang untuk bertambah. Saya kira itu,” pungkasnya. (rls)

