Pasang surut dalam dunia kewirausahaan sering dijumpai dalam membangun usaha. Begitu pula yang dialami oleh salah satu pengerajin dulang batok kelapa dari Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Gede Merta Sariada. Pria yang merintis usaha sejak 1997 ini kini masih eksis mempertahankan usahanya di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Merta menuturkan, pengalaman pahit dalam berusaha ditemuinya pada Bom Bali I sekitar tahun 2022. Pada waktu itu,usahanya hampir gulung tikar. Mengingat sasaran kerajinan miliknya menyasar Kawasan pariwisata. Seiring berjalannya waktu dan perekonomian Bali mulai tumbuh, usaha Gede Merta pun mulai ikut merangkak naik.
“Saya mulai berinovasi membuat dulang dan bokor dengan ciri khas tersendiri dengan berbahan dasar pohon mangga dan bermotif batok kelapa secara otodidak. Hingga kini masih diterima ditengah masyarakat” tuturnya
Usaha dulang batok miliknya ini tergolong sukses. Rata – rata usaha yang dirintisnya meraup omset hingga 35 juta perbulan dengan memproduksi produk 300 biji perbulannya.
Diakui Gede Merta pembuatan dulang dan bokor yang dibuat melalui proses yang rumit dan cukup lama dan terdiri dari berapa tahapan proses produksi yang harus mempunyai keterampilan khusus. Mulai mengumpulkan bahan kayu, proses pembuatan dulang dan bokor, pengobatan meredam bokor agar tidak mudah dimakan rayap, oven, pengamplasan dan terakhir finishing.
Selain pembuatan dulang batok, masih banyak kerajinan yang dihasilkan oleh tangan kreatifnya seperti kerajinan tempat lampu, bokor, sangku dan yang lainnya. Tentunya dengan ciri khas tersendiri dengan menggunakan motif atau variasi batok kelapa. Harganya pun relatif terjangkau kisaran harga mulai dari 35 ribu hingga 1 jutaan.
Untuk pemasarannya, Gede Merta hanya menjajakan produknya di kediamannya dan lewat media sosial dengan alamat Nyiur Indah Singaraja. Namun kerap juga menerima servis dulang dan sistem ambil lalu dijual untuk memberikan peluang bagi warganya mencari pundi-pundi rupiah.
Ke depan harapan besarnya ingin dia sampaikan kepada pemerintah agar selalu memperhatikan para perajin sehingga bisa dengan semangat lagi menciptakan kreatifitas kerajinan tangan yang baru dan selalu mengikutsertakan hasil kerajinan di event atau pameran yang secara tidak langsung bisa membantu mempromosikan produknya. ( ika )