PDI Perjuangan Buleleng Salurkan Donasi Untuk Kepulangan Jenazah PMI Asal Tejakula Yang Tewas di Ceko

Singaraja (Penabali.com) – Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) yang tergabung dalam Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng menggalang donasi untuk membantu kepulangan jenazah Nyoman Yudara (34) Pekerja Migran yang tewas di negara Ceko sepekan laku. Penggalangan donasi ini atas perintah Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster.

Donasi sebesar Rp. 100 Juta ini kemudian disalurkan ke keluarga korban di Banjar Dinas Kajanan, Desa Tejakula, Buleleng oleh sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng,Gede Supriatna bersama sejumlah elit partai pada Senin (10/6) kemarin.

Usai penyerahan donasi, Supriatna menjelaskan penyaluran donasi ini bentuk kepedulian partai PDI Perjuangan terhadap masyarakat. Apalagi, korban Nyoman Yudara sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu. Besaran donasi yang diberikan ini murni merupakan sumbangan dari sejumlah kader partai termasuk ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster. Bantuan inipun nantinya akan dipergunakan oleh keluarga korban untuk mengurus kepulangan jenazah Nyoman Yudara dari negara Ceko ke rumah duka.

“Dari pihak keluarga memang kondisinya kurang mampu. Tidak bisa mempersiapkan biaya pemulangan jenazah yang bersangkutan. Untuk itu, kami pun merasa terketuk hati untuk membantu. Ini kami urunan sesama kader partai, termasuk dari Pak Koster sendiri,”terang Supriatna.

Selain memberikan donasi, Supriatna yang juga selaku Ketua DPRD Buleleng pun mendorong Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng untuk melakukan koordinasi lintas sektoral untuk bisa membantu kepulangan jenazah korban.

“Saya minta juga nanti keluarga berkoodinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng. Sehingga tidak ada unsur – unsur penipuan. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga saya minta untuk berkoodinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan PMI Provinsi Bali agar bisa dipulangkan segera,”tandasnya.

Donasi yang diberikan oleh sejumlah kader PDI Perjuangan inipun disambut baik oleh Keluarga korban. Nyoman Yudara yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara ini, meninggalkan satu orang anak yang baru berusia satu tahun. Mirisnya lagi, korban juga belum sempat bertemu dengan sang anak. Diduga Yudara meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya.

“Almarhum ini baru dua hari bekerja di restoran sekarang. Sebelumnya dia kerja di salah satu pabrik di negara Ceko. Ini sudah keberangkatan yang kedua kalinya dan belum sempat ketemu sang anak. Karena pas hamil ditinggal berangkat ke luar negeri,”Kata Ketut Bayu saudara laki – laki korban.

Menurut Bayu, korban sempat memberikan kabar sepekan sebelum meninggal dunia. Namun pada saat ini, korban tidak mengeluh sakit akan sakit yang dideritanya. Hingga kini jenasah Nyoman Yudara pun masih dititipkan di salah satu rumah sakit di Praha, Ceko.

“Pas sudah meninggal sempat juga dibawa ke Rumah Sakit dan hingga kini masih dititipkan disana. Kami sekeluarga saat ini masih menunggu kepastian kepulangan almarhum,”imbuhnya.

Pihaknya Keluarga berharap, dengan donasi yang diberikan oleh PDI Perjuangan inipun, kepulangan jenazah Nyoman Yudara bisa segera dilakukan.

Disisi lain, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta menjelaskan pihaknya sudah melakukan koodinasi dengan BP3MI Provinsi Bali dan BP2MI di Jakarta untuk kepulangan jenazah korban. Pasalnya,korban sendiri merupakan PMI yang bekerja lewat jalur mandiri, bukan melainkan menggunakan agent.

“Tidak ada yang keliru kalau dia berangkat mandiri jadi PMI. Persoalannya ada tanggung jawab. Kalau lewat agen, ada tanggung jawab yang bisa di handel agent kalau ada masalah. Kalau mandiri, semua ditanggung mandiri. Karena ini PMI, kerjasama lintas sektoral dan Pemerintah ini tak bisa lepas,”Sebut Arya Sukerta.(ika)