Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, Wabup Sutjidra Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Si Jago Merah

Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, Wabup Sutjidra Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Si Jago Merah

Agus dan istri menerima bantuan dari Wabup Sutjidra. (foto: ist.)

Buleleng (Penabali.com) – Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, Agus, di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Senin (20/06/2022).

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk meringankan beban warga yang mengalami musibah.

Wabup Sutjidra memaparkan, kebakaran menimpa bangunan toko yang dipergunakan untuk berjualan sembako oleh Agus. Kebakaran terjadi pada Sabtu (18/06/2022) tepat pada Hari Raya Kuningan. Atas nama pribadi dan Pemkab Buleleng, Sutjidra menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa Agus.

“Kami prihatin. Ini toko dipakai untuk tempat berjualan, berdagang, mencari nafkah. Jadi kedepan masyarakat agar berhati-hati sekali apalagi sekarang dengan cuaca yang anginnya kencang ini,” ujarnya.

Musibah kebakaran masih kerap menghantui masyarakat di Kabupaten Buleleng. Penyebabnya arus pendek listrik atau sumber api kecil seperti dupa. Karena itu, Sutjidra mengharapkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, dengan cara memastikan seluruh api atau arus listrik dimatikan. Apalagi jika akan meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau melalui camat dan kepala desa agar setelah sembahyang, dupanya dapat dimatikan. Sehingga meminimalisir risiko,” katanya.

(foto: ist.)

Sutjidra yang juga Ketua PMI Kabupaten Buleleng, menyampaikan bahwa pihaknya bersama PMI terus menerus memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pertolongan pertama menghadapi musibah ini.

“Apa yang harus diwaspadai dan dilakukan untuk mencegah, dan bagaimana bertindak saat mengetahui kebakaran,” paparnya.

Korban kebakaran, Agus, memaparkan toko sembako miliknya rusak berat akibat kebakaran. Seluruh barang dagangan habis dilalap api. Ia menjelaskan bahwa kebakaran terjadi siang hari usai sembahyang di tokonya tersebut.

“Setelah sembahyang saya tinggal pulang. Ada yang cari ke rumah. Saya kesini buka pintu sudah habis semua. Itu kurang lebih 30 menit sejak saya tinggal. Sudah habis semua,” ucap Agus sedih.

Ditanya mengenai penyebab pasti kebakaran, Agus menyatakan tidak tahu pasti. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, Agus mengalami kerugian materil karena seluruh barang dagangannya terbakar.

“Perkiraan saya, barang saja 150 juta ini belum lagi bangunannya. Saya jualan sembako, toko ini saya kontrak,” sebutnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.