DPD Partai Golkar Provinsi Bali telah menyerahkan 40.000 paket sembako kepada DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota, Jumat (29/05/2020) kemarin di Wantilan Kantor Golkar Bali. Selanjutnya, puluhan ribu paket sembako tersebut disalurkan oleh kader-kader Golkar di seluruh Bali kepada warga masyarakat yang membutuhkan dan terdampak covid-19.
DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar langsung bergerak menindaklanjuti donasi sembako yang telah diserahkan DPD Golkar Bali. Bertempat di Banjar Umah Anyar, Desa Petak, Kecamatan Gianyar, bantuan 55 paket sembako diserahkan langsung Sekretaris Umum Golkar Bali Made Dauh Wijana, dan diterima Kepala Dusun Umah Anyar, I Wayan Raka, Sabtu (30/05/2020).
“Nanti dari Satgas Covid Gotong Royong di tingkat desa ini yang akan menyalurkannya kepada masyarakat. Kita minta nanti sasaran utamanya adalah warga yang memang selama ini tidak tersentuh bantuan”, kata Dauh Wijana.
Menurut Dauh Wijana, apa yang dilakukan ini sebagai wujud kepedulian Partai Golkar menjawab kebutuhan masyarakat ditengah wabah pandemi covid-19. Apalagi di internal Partai Golkar, para kader partai berlambang pohon beringin ini selalu ditanamkan doktrin karya dan kekaryaan sebagai gerakan nyata Partai Golkar ketika bangsa tengah menghadapi bermacam persoalan salah satunya pandemi covid-19 ini.

Dauh juga mengungkapkan, dalam platform ketujuh Partai Golkar disebutkan seluruh jajaran kader Golkar harus selalu mengedepankan kesetiakawanan sosial dan soliditas nasional ketika menghadapi persoalan.
“Kami sadar betul apa yang kami lakukan ini tidak dapat menyelesaikan persoalan. Tetapi paling tidak langkah kecil Partai Golkar ini bisa mengurangi beban warga masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan uluran tangan akibat dari terdampak pandemi virus corona”, ungkap Dauh yang juga Plt. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar.
Gerak karya dan kekaryaan sebagai implementasi kesetiakawanan sosial dan soliditas nasional ini, kata Dauh, akan terus berlanjut. Bantuan-bantuan ini akan digerakkan oleh seluruh kader Golkar khususnya di Kabupaten Gianyar. Dauh mengungkapkan, apa yang dilakukan Partai Golkar ibaratnya sebuah cahaya lilin kecil di ujung terowongan yang gelap, yang kemudian menjadi sinar penerang dan petunjuk bagi masyarakat sehingga dapat keluar dari bencana kesehatan ini.
“Sasaran kita ingin mengisi ruang-ruang yang kosong, yang tercecer dan yang tidak tersentuh bantuan selama ini. Kita percayakan ini kepada aparat di desa untuk membagikan sehingga bantuan bisa tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat”, ujar politisi yang juga seorang pengusaha ini.
Dauh juga menambahkan, karya dan kekaryaan Partai Golkar tidak akan berhenti disini. Ia mengatakan, dalam masa darurat kesehatan akibat pandemi covid-19, terjadi perubahan tatanan kehidupan masyarakat secara signifikan. Ia mencontohkan, belajar dan bekerja dari rumah, mengurangi aktivitas diluar rumah, menghindari kerumunan massa, tidak menciptakan keramaian, menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti memakai masker saat beraktivitas diluar rumah dan mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun, dan membekali diri dengan hand sanitizer adalah tatanan baru masyarakat saat ini.

“Inilah perubahan baru hidup kita saat ini. Namun demikian, kader Golkar tidak diajarkan menghindari perubahan tersebut tetapi harus adaptif dengan perubahan itu dengan melakukan gerakan yang kreatif dan inovatif”, ucap Dauh.
Gerakan kreatif dan inovatif itu salah satunya dengan memaksimalkan satu regulasi yakni Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Buah Lokal Provinsi Bali. Di era pemerintahan Gubernur Bali Wayan Koster, lahir lagi regulasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Dengan pergub ini diharapkan petani lokal Bali akan memiliki kepastian harga termasuk keuntungan dalam menjual hasil panennya.
“Ini yang sedang kami godok bersama teman-teman Golkar di Gianyar agar regulasi ini bisa masuk kedalam perarem ataupun awig-awig sehingga produk-produk pertanian dari petani lokal kita akan laku di pasaran”, ungkap Dauh.
Jelasnya lagi, rencana ini akan dimatangkan dengan menggelar Focus Group Discussion ataupun seminar sehingga hasilnya nanti akan menjadi rumusan dan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dalam menentukan arah pembangunan.
“Pariwisata telah mengangkat ekonomi kita di Bali tapi jangan kemudian kita apatis bahwa pertanian adalah sektor mendasar yang patut kita geliatkan kembali. Pertanian kita maju, negara kita maju, ketahanan pangan nasional kita menjadi kuat”, jelas Dauh. (red)

