Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka

Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka

Presiden Jokowi hadir pada Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka. (foto: ist.)

Jakarta (Penabali.com) – Menyambut HUT Republik Indonesia, Istana Kepresidenan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka.

Acara yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mendapat respons positif dari berbagai tokoh agama di Tanah Air, salah satunya Imam Besar Masjid Istiqlal, Kiai Nasaruddin Umar.

Ia menyampaikan kegiatan Doa Kebangsaan bersama Jokowi ini merupakan sebuah kegiatan positif. Terlebih, dilakukan dalam rangka menyambut hari bersejarah yakni HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Dia mengatakan, hadirnya acara tersebut tentunya telah banyak menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Terutama dalam upaya memperkuat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena doa itu bisa menjadi motivasi, dan juga bisa menjadi kekuatan yang kita perlukan dalam menciptakan suatu bangsa yang kuat dan kokoh,” ujar Kiai Nasaruddin Umar di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (01/08/2022).

Lebih lanjut dia mengucap syukur atas terselenggaranya Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan RI. Dia pun begitu menyambut baik agenda doa bersama yang rutin diadakan pada era Pemerintahan Jokowi ini. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi sebuah contoh yang sangat baik khususnya bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tetap konsisten menjaga persatuan ditengah beragam perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur karena mendapatkan undangan untuk mengadakan doa bersama di istana. Ini saya kira satu hal yang rutin dilakukan Pak Jokowi selama ini,” terang Kiai Nasaruddin.

Dia menuturkan doa merupakan sebuah kekuatan yang sangat penting untuk terus dipanjatkan untuk mencapai kebaikan. Bahkan pada setiap agama di Indonesia begitu menganjurkan umatnya agar tak henti untuk berdoa.

“Insya Allah bagi kita umat beragama, agama apapun juga doa bersama itu sangat penting artinya,” tutur Kiai Nasaruddin. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.