Categories Berita Denpasar

Pujawali Pura Dalem Sakenan, Ida Betara Nyejer 7 Hari

Bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (3/8) mendatang, pujawali di Pura Sakenan akan kembali digelar. Namun demikian tingkatan upacara yadnya kali ini lebih besar dari biasanya.

Pujawali di Pura Dalem Sakenan bertepatan dengan Eka Dasa Warsa. Dimana, setiap 10 tahun sekali dilaksanakan pujawali dengan rangkaian karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung madulur antuk Pamlehpeh Segara.

“Setiap 10 tahun sekali dilaksanakan Karya Pangratep Pujawali dengan tingkatan upacara Madudus Agung dengan Caru Panca Kelud ke pertiwi dan pakelem kambing, angsa, bebek dan ayam ke segara,” ujar Panglingsir Pangempon Pura, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana didampingi Prawartaka Karya, Ida Bagus Gede Pidada, Sabtu (27/7), di Denpasar.

Seluruh rangkaian Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung di Pura Dalem Sakenan, lanjutnya, akan dimulai pada Minggu (28/7) yang diawali dengan Ngingsah, Melaspas dan Mecaru Panca Kelud. Kemudian dilanjutkan pada Rabu (31/7) dengan upacara Melasti, Mendak Agung dan Mendak Siwi, dan pada Kamis (1/8) dilaksanakan upacara Mapepada Karya. Sedangkan puncak karya dilaksanakan Nemoning Rahina Saniscara Wuku Kuningan pada Sabtu (3/8) mendatang.

Setelah puncak karya, Ida Bhatara Nyejer/Ngadeg selama 7 hari dengan dilaksanakan Bhakti Penganyar yang diawali oleh Pemerintah Kota Denpasar pada Minggu (4/8), berturut-turut dilanjutkan Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Barat dan Kecamatan Denpasar Utara. Sedangkan Bhakti penyineb dilaksanakan Pemkab Badung pada Sabtu (10/8) mendatang.

IB Pidada menjelaskan, seluruh rangkaian pelaksanaan karya diikuti krama penyiwi sebagai wujud Yasa Kerthi. Adapun yang menjadi Pengempon Pura adalah Puri Kesiman, sedangkan Pengamong terdiri atas Desa Serangan, Desa Pamogan, Desa Suwung Kepaon, dan Desa Kelan Badung. Selain itu juga terdapat pengiring yakni Pura Dalem Cemengaon, Pura Dalem Braban, Pura Wana Mera dan 18 Pura di Samuan Agung.

IB Pidada mengatakan, untuk menghindari antrean yang panjang dan demi kenyamanan bersama, pihaknya menghimbau masyarakat atau pemedek yang hendak tangkil bersembahyang di Pura Dalem Sakenan agar tidak fokus terhadap puncak karya atau bertepatan dengan Rahina Kuningan dan Umanis Kuningan. Hal ini lantaran pada hari tersebut masih terdapat rangkaian karya. Selain itu, pemedek juga dihimbau untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat tangkil, utamanya saat nunas tirta Ida Bhatara.

“Bagi masyarakat yang hendak tangkil nunas tirta dapat menggunakan sangku, toples, atau bumbung pakuluh. Hal ini juga untuk mendukung dan mensukseskan program pemerintah kota Denpasar dan Bali dalam mengurangi penggunaan plastik,” tutupnya.