Categories Bali Berita Buleleng

DPRD Buleleng Setujui Anggaran Rp200 Miliar untuk Pembangunan RSUD

Singaraja ( Penabali.com) – DPRD Buleleng menyetujui rencana penganggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan dua gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng melalui skema tahun jamak atau multiyears. Meski demikian, pembangunan yang ditargetkan rampung pada 2028 ini diingatkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus diikuti kesiapan alat kesehatan dan tenaga medis.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya dikonfirmasi Senin (19/10) mengatakan skema tahun jamak diperlukan karena pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 bulan dan pelaksanaannya melintasi tahun anggaran. DPRD juga telah mengkaji skema pembayaran bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) agar pembiayaan proyek dapat berjalan sesuai perencanaan.

“Semua menyetujui penganggaran Rp200 miliar di tahun jamak (multiyears). Kita sudah memikirkan skema pembayaran, sudah tanyakan dengan BKAD, semua aman,” ujar Ngurah Arya.

Kendati mendukung pembangunan tersebut, DPRD meminta Pemkab Buleleng memastikan rekanan yang dipilih memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk mengerjakan proyek berskala besar itu. Kualitas konstruksi perlu menjadi perhatian mengingat gedung yang dibangun akan menunjang pelayanan kesehatan dengan kebutuhan teknis yang kompleks.

Selain itu, kesiapan sarana pendukung harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan. DPRD mengingatkan agar pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) tidak baru dipikirkan setelah pembangunan gedung selesai.

“Alkes dan nakes harus dipikirkan dari sekarang. Jangan sampai ketika rampung di 2028, bangunan berdiri tapi alkes tidak ada, apalagi nakes,” tegasnya.

Pembangunan gedung baru RSUD Buleleng direncanakan mencakup dua fasilitas utama, yakni gedung Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) untuk menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi serta gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang terintegrasi dengan Stroke Center. Kedua gedung dirancang hingga empat lantai dengan menyesuaikan kondisi lahan rumah sakit yang berkontur.

Pengembangan ini diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan, terutama untuk penanganan ibu dan bayi, tindakan operasi, serta pasien stroke. Rencana tersebut juga mencakup penambahan puluhan tempat tidur rawat inap, termasuk fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan kapasitas 20 tempat perawatan.

Kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar saat ini masih berupa perhitungan awal. Nilai tersebut akan dimatangkan melalui perencanaan teknis dengan mempertimbangkan kebutuhan konstruksi dan perkembangan harga material.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memproses pengadaan konsultan manajemen konstruksi. Tahapan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan master plan sebelum masuk ke proses pengadaan pekerjaan fisik. Pemkab menargetkan pekerjaan dapat dimulai pada awal 2027.

Di sisi lain, manajemen RSUD Buleleng juga menyiapkan relokasi sejumlah layanan selama pembangunan berlangsung. Langkah ini diperlukan agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu pelayanan kepada pasien. ****