Categories Bali Bangli

Berawal dari Servis HP, Yuda Cell Bangli Berkembang dengan Dukungan KUR BRI

Bangli (Penabali.com) – Berawal dari keterampilan memperbaiki perangkat elektronik, I Wayan Kusuma Yudha berhasil mengembangkan usaha ponsel bernama Yuda Cell di Bangli. Dirintis sejak 2005, usaha tersebut kini menyediakan berbagai layanan, mulai dari penjualan dan perbaikan ponsel hingga penyediaan suku cadang serta transaksi keuangan melalui agen BRILink.

Kusuma Yudha memulai usahanya secara sederhana di kawasan Bujangan, Bangli. Berbekal kemampuan yang dipelajari secara otodidak dan pengalaman dari teman, ia perlahan membangun usaha dengan memanfaatkan pendapatan dari jasa servis sebagai modal pengembangan.

Perjalanan bisnisnya memasuki tahap baru pada 2010 ketika ia mulai memusatkan perhatian pada penjualan dan servis telepon seluler. Sejak saat itu, layanan yang ditawarkan terus berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan.

“Saya mulai dari kecil. Modalnya dari penghasilan servis sendiri, kemudian diputar lagi untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Saat ini, Yuda Cell tidak hanya melayani penjualan dan perbaikan ponsel, tetapi juga menyediakan aksesori dan berbagai komponen pengganti. Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu layanan yang diandalkan, terutama bagi konsumen dan teknisi yang membutuhkan komponen untuk memperbaiki perangkat.

Selain melayani pelanggan secara langsung, usaha tersebut juga menjadi tempat bagi teknisi dan reseller untuk mendapatkan suku cadang sesuai kebutuhan. Keragaman layanan ini turut memperluas jangkauan pelanggan Yuda Cell di wilayah Bangli.

Kusuma Yudha kemudian menambah jenis layanan usahanya dengan menjadi agen BRILink. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan beragam transaksi keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor bank.

Pelanggan yang memanfaatkan layanan ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha peternakan yang menggunakannya untuk transaksi kebutuhan operasional, seperti pembayaran pembelian pakan ternak dan angsuran.

Lokasi usaha yang berada di lingkungan permukiman juga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan tersebut. Yuda Cell bahkan berupaya melayani kebutuhan pelanggan hingga malam hari, termasuk ketika ada transaksi mendesak di luar jam operasional pada umumnya.

Bagi Kusuma Yudha, layanan BRILink tidak sekadar menjadi pelengkap bisnis ponsel. Kehadirannya turut memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang membutuhkan akses layanan keuangan lebih dekat.

Dalam mengembangkan usaha, Kusuma Yudha juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia menyebut memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta dengan tenor empat tahun untuk mendukung kebutuhan pengembangan bisnisnya.

Dukungan pembiayaan tersebut menjadi tambahan sumber modal bagi Yuda Cell. Meski demikian, pengelolaan usaha tetap dilakukan dengan mengandalkan pengalaman, pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, serta perputaran pendapatan bisnis.

Menurut Kusuma Yudha, akses permodalan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis. Ia berharap dukungan perbankan terhadap UMKM terus berlanjut sehingga usaha lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh dan memperluas layanan.

“Harapannya ke depan BRI bisa semakin membantu usaha-usaha seperti kami,” katanya.

Kini, Yuda Cell didukung enam pekerja, termasuk tenaga teknisi yang menangani perbaikan ponsel. Kusuma Yudha juga masih terlibat langsung dalam kegiatan operasional, mulai dari melayani pelanggan hingga mengelola transaksi keuangan.

Perkembangan usaha tersebut menunjukkan bagaimana keterampilan yang diasah secara mandiri dapat menjadi fondasi untuk membangun bisnis dalam jangka panjang. Dengan memperluas layanan sesuai kebutuhan pasar, Yuda Cell berupaya menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Regional CEO BRI Region 17/Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan BRI terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui penyediaan akses pembiayaan dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Menurut Hery, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha dinilai perlu dilakukan agar mereka dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.

Ia juga menilai kemampuan membaca peluang pasar dan mengembangkan layanan menjadi hal penting bagi keberlanjutan usaha. Diversifikasi bisnis, termasuk pemanfaatan layanan keuangan, dapat membantu pelaku UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan.

Melalui dukungan pembiayaan dan layanan perbankan, BRI berharap semakin banyak UMKM mampu mengembangkan usahanya, membuka kesempatan kerja, serta memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. (rls)