Categories Bali Buleleng

FPST Unwar Identifikasi Kendala Pertanian dan Peternakan di Pancasari Buleleng

Buleleng (Penabali.com) – Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar) menggelar kegiatan Gema Ilmiah Sosial di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada 22–23 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani dan peternak setempat sekaligus mengkaji potensi solusi melalui pendekatan ilmiah sesuai kebutuhan masyarakat.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi budidaya ikan nila dengan sistem bioflok, pengelolaan penggemukan babi, pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan pupuk organik cair (POC), hingga pengolahan hasil pertanian setelah panen.

Kegiatan tersebut sejalan dengan dorongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) agar perguruan tinggi berperan aktif memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tim FPST Unwar yang dipimpin Dekan Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., bersama dosen dan mahasiswa melakukan peninjauan untuk melihat secara langsung kondisi usaha warga. Pada sektor perikanan, tim mengidentifikasi sejumlah faktor yang diduga memengaruhi pertumbuhan ikan nila dalam sistem bioflok. Sementara itu, di bidang peternakan, perhatian diarahkan pada pengelolaan pemeliharaan dan penggemukan babi agar lebih efisien serta memperhatikan aspek kebersihan.

Tim juga meninjau pengelolaan lahan tanaman pangan dan peluang pemanfaatan bahan lokal yang belum optimal digunakan. Salah satunya eceng gondok yang berpotensi diolah menjadi pupuk organik cair untuk mendukung kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Selain proses budidaya, persoalan pascapanen turut menjadi bagian dari pemetaan. Pengolahan dan pengemasan produk dinilai perlu mendapat perhatian agar hasil pertanian memiliki daya simpan lebih baik, mengurangi risiko kerusakan, serta berpeluang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan, tim mengagendakan kunjungan ke sejumlah lokasi usaha warga, termasuk Agro Pudak Lestari Farm dan Hidden Strawberry Garden, serta kelompok tani dan peternak di Desa Pancasari.

Dekan FPST Unwar, Prof. Luh Suriati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar perguruan tinggi dapat memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, rekomendasi yang disusun diharapkan sesuai dengan persoalan yang benar-benar dihadapi warga.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis dan menerapkan pengetahuan akademis dalam menghadapi persoalan di lapangan. Melalui diskusi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, pemetaan diharapkan dapat menghasilkan masukan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan setempat.

Pemerintah Desa Pancasari menyambut positif keterlibatan FPST Unwar dalam mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan.

Sekretaris Desa Pancasari, I Gusti Ngurah Agung Made Darmasusila, berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut ke tahap pendampingan dan penerapan solusi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran FPST Unwar yang telah meluangkan waktu untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan kelompok tani di desanya. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi diperlukan agar pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan memperoleh masukan serta inovasi untuk mengatasi kendala teknis.

Darmasusila berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan melibatkan mahasiswa dari generasi berikutnya. Dengan dukungan kajian ilmiah dan pendampingan berkelanjutan, potensi lokal Desa Pancasari diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, FPST Unwar diharapkan tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi di sektor pertanian dan peternakan. (rls)