Daging Merah dan Jeroan Picu Asam Urat, dr. Suprayoga: Jika Dibiarkan Bisa Komplikasi

Daging Merah dan Jeroan Picu Asam Urat, dr. Suprayoga: Jika Dibiarkan Bisa Komplikasi

dr. I Gede Suprayoga Sukmana Putra, S.Ked. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Setiap orang pasti pernah mengalami rasa nyeri pada sendi. Namun tidak banyak yang mengetahui penyebab dari rasa nyeri tersebut. Kebanyakan orang awam mengira nyeri sendi selalu diakibatkan kadar asam urat yang tinggi. Lalu, bagaimana sebenarnya gejala dan tanda radang sendi akibat asam urat tinggi? Berikut penjelasannya.

dr. I Gede Suprayoga Sukmana Putra, S.Ked., menjelaskan artritis gout adalah salah radang sendi yang diakibatkan oleh penumpukan asam urat pada celah sendi. Asam urat dapat membentuk kristal berbentuk sperti jarum dan mengendap pada celah-celah sendi. Akibatnya terjadi peradangan pada sendi dan menimbulkan berbagai keluhan.

“Artritis gout cukup sering dijumpai di masyarakat, diperkirakan prevalensinya adalah 13,6 per 1.000 penduduk pria dan 6,4 per 1.000 penduduk wanita,” jelas dr. Suprayoga, Jumat (5/8/2022).

dr. Suprayoga mengatakan, gejala utama yang dirasakan pada penderita adalah nyeri sendi. Nyeri dirasakan cukup parah dan biasanya muncul tengah malam atau dini hari. Selain itu, tambah dr. Suprayoga, ditemukan juga kemerahan, bengkak, dan terasa hangat pada sendi yang terkena. Sendi yang paling sering mengalami peradangan adalah sendi pangkal ibu jari kaki (sendi metatarsofalangeal).

“Selain itu sendi pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan juga dapat terkena,” sambungnya.

Kondisi kelebihan asam urat dalam darah atau yang dikenal sebagai hiperurisemia merupakan penyebab utama artritis gout. Kadar asam urat dikatakan tinggi jika lebih dari 7 mg/dL pada laki-laki dan lebih dari 6 mg/dL pada perempuan. Contoh makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah daging merah, daging organ dalam atau jeroan, makanan laut, sayur bayam, dan kacang-kacangan. Sedangkan untuk minuman contohnya adalah minuman beralkohol seperti bir dan minuman yang dimaniskan dengan gula buah.

“Walaupun makanan dan minuman tersebut merupakan faktor pencetus artritis gout, konsumsinya sangat berkaitan dengan toleransi setiap individu, artinya tidak semua orang yang mengkonsumsinya akan menderita artritis gout,” terang dr. Suprayoga.

Artritis gout seringkali mengalami kekambuhan dan jika dibiarkan dapat mengalami komplikasi, yakni pembentukan tofus, yaitu benjolan di sekitar sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang berlebihan, perubahan bentuk sendi, dan kecacatan.

dr. Suprayoga lantas memberi saran. Bagi penderita yang telah menderita artritis gout disarankan untuk mengubah pola hidupnya. Menghindari makanan dan minuman di atas, minum air putih yang cukup, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal merupakan beberapa usaha yang dapat dilakukan dalam mencegah kekambuhan penyakit ini.

Saat kekambuhan terjadi, sendi yang terkena dapat dikompres dengan air dingin dan selanjutnya segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Kontrol rutin kadar asam urat sebaiknya dilakukan guna mencegah komplikasi kedepannya,” pungkasnya. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.