Singaraja (Penabali.com) – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Tamblingan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, terus dilakukan. Kali ini, Kebun Raya Bali bersama komunitas BRASTI (Baga Raksa Alas Merjati) serta sejumlah pihak melakukan penanaman 130 bibit pohon cemara di sekitar kawasan danau, Selasa (9/12).
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan bibit ikan kuyuh sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan yang digagas Masyarakat Adat Dalem Tamblingan.
Aksi konservasi ini turut dihadiri Asisten Manager Hortikultura Sub Holding Kebun Raya Indonesia, Hadiyyah N Cahyono. Beberapa lembaga dan komunitas seperti PT Kilang Pertamina Internasional, Rotary, dan tokoh Desa Adat Tamblingan juga terlibat langsung.
Dalam kegiatan ini, Kebun Raya Bali menyerahkan total 130 bibit cemara, terdiri dari 100 bibit Cemara Pandak (Auracaria heterophylla) dan 30 bibit Cemara Geseng (Casuarina junghuhniana). Bibit-bibit tersebut kemudian ditanam di pesisir Danau Tamblingan yang kini mulai terdampak perubahan lingkungan.
Branch Manager Kebun Raya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra, mengatakan penanaman ini menjadi bagian dari komitmen lembaganya memperkuat fungsi konservasi di Bali.
“Kami ingin menonjolkan satu pilar utama Kebun Raya, yaitu konservasi. Inilah yang mendasari dukungan terhadap kegiatan penanaman bibit pohon hari ini,” ujarnya.
Menurut Dewa, konservasi tidak hanya menjaga keberadaan flora yang masih ada, tetapi juga memastikan regenerasi dan pemulihan komponen ekosistem yang mulai berkurang. Salah satu contohnya yakni keberadaan cemara pandak yang memiliki fungsi strategis bagi kawasan dataran tinggi seperti Tamblingan.
“Cemara pandak bukan sekadar tanaman hias. Ia memiliki peran ekologis untuk mencegah erosi, menjaga kualitas udara, sekaligus memperkuat lanskap alami Tamblingan,” tambahnya.
Ia memastikan seluruh bibit telah melalui proses pengembangbiakan terkontrol sehingga sesuai dengan karakter tanah dan iklim setempat.
Menutup pernyataannya, Dewa mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak berhenti pada seremoni penanaman pohon, tetapi turut menjaga keberlanjutan ekosistem melalui aksi nyata berkelanjutan.
“Alam tidak meminta banyak. Yang ia butuhkan hanyalah komitmen sederhana tetapi konsisten dari kita semua,” ucapnya.

